Jumat Pekan Biasa XIII, 5 Juli 2012

Am 8: 4-6.9-12  +  Mzm 119  +  Mat 9: 9-13

 

 

 

 

Lectio

 

Suatu hari Yesus melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku." Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia. Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya.

Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: "Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?" Yesus mendengarnya dan berkata: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."

 

Meditatio:

'Ikutlah Aku'.

Inilah ajakan Yesus kepada Matius, seorang yang sedang duduk di rumah cukai. Apakah dia seorang pemungut cukai? Kemungkinan besar: ya benar, karena mana mungkin ada orang awam yang berani duduk-duduk di rumah itu, selain mereka para pemungut cukai, yang notabene ditakuti banyak orang.

Dan lihatlah 'berdirilah Matius lalu mengikut Dia'. Tidak banyak komentar yang analisis, dia langsung mengikuti Yesus. Sekarang dipanggil, sekarang juga dia berangkat; Matius adalah seseorang yang tidak mau mengulur-ulur waktu dan kesempatan; dia tidak mau menomersatukan kepentingan dirinya, dia tidak meminta waktu terlebih dahulu 'pergi menguburkan ayahnya' (Mat 8: 21).  Carpe diem,  (Latin: raihlah hari ini), sebuah ajakan untuk menikmati segala karuniaNya yang indah.

Matius tidak meminta waktu, malahan sebaliknya Yesus memberi waktu kepadanya untuk mengadakan perpisahan dengan teman-teman sekerjanya, karena memang bersama merekalah Matius hidup dalam dunianya. Yesus juga menyempatkan diri datang ke rumah Matius; Yesus menghantar Matius untuk mohon diri dari teman-temannya;  dan bersama banyak pemungut cukai dan orang berdosa, Dia ambil bagian dalam makan bersama.

Gemparlah banyak orang, terlebih-lebih orang-orang Farisi. Kalau kemarin para ahli Taurat yang mempersoalkan Yesus, kini giliran mereka orang-orang Farisi. 'Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?'. Kemarin para ahli kitab mempersoalakn kuasa  mengampuni dosa, sekarang orang-orang Farisi mempertanyakan  sikap Yesus yang bergaul dengan kaum pendosa. Yesus memang menghilangkan batasan-batasan insani; Dia seorang Guru dengan seenaknya bergaul dengan orang-orang berdosa. Apakah Yesus boleh disebut seorang Tokoh yang membongkar pakem kehidupan sosial? Atau memang Dia sengaja mau melabrak mafia sosial, yang dikomandani oleh tua-tua bangsa, yang secara sengaja bertujuan meminggirkan dan meniadakan komunitas-komunitas kecil? Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa menodai umat Allah! Mungkin ada seperti ini di jaman modern ini?

Ada lagi secara sengaja memasukkan kaum fakir miskin, mereka yang sakit, yang lemah dan tak berdaya sebagai komunitas kecil. Mereka dimasukkan dalam komunitas ini, karena mereka itu bukanlah orang-orang produktif, yang malahan dianggap sebagai beban dalam hidup bersama. Namun Tuhan dalam bacaan pertama dengan keras mengingatkan: bila mereka benar-benar berani 'membeli orang lemah karena uang, dan orang yang miskin karena sepasang kasut; dan menjual terigu rosokan, Aku tidak segan-segan akan membuat matahari terbenam di siang hari dan membuat bumi gelap pada hari cerah. Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN. Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya'. Pernahkah kita mendengar dan malahan melihat komunitas mereka ini? Ada di antara kita?

 'Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa', tegas Yesus. Yesus datang memang untuk menyelamatkan seluruh umat manusia. Dia menjadi tebusan bagi manusia yang dicintaiNya. Sekali lagi semuanya dilakukan oleh Yesus karena cintaNya kepada umat manusia. Tidak kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang menyerahkan nyawa bagi sahabat-sahabatnya; dan itulah yang diminta juga dari kita: 'yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan'. Banyak orang lebih mudah menaruh persembahan: entah itu persembahan bungah atau buah, kolekte atau dana sosial, kesaksian atau puji-pujian, dibanding belaskasih yang memang perlu dikondisikan jauh-jauah sebelumnya oleh keluhuran hati dan kepekaan jiwa.

 

 

Oratio :

 

Tuhan Yesus, kami mudah memberi cap dan bahkan mengelompokan orang-orang yang tidak sejalan dengan hasrat kami; kami meremehkan dan bahkan hendak meniadakan mereka dengan cara-cara yang sungguh halus. Kami mohon kepadaMu, yaYesus, jiwailah hidup kami dengan kasihMu, agar kami betul-betul mempunyai belaskasih terhadap mereka yang malang dan menderita. Amin.

 

 

 

Contemplatio :

'Ikutlah Aku'.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening