Kamis Pekan Biasa XIII, 5 Juli 2012


Am 7: 10-17  +  Mzm 19  +  Mat 9: 1-8

 

 

 

 

Lectio

 

Suatu hari naiklah Yesus ke dalam perahu lalu menyeberang. Kemudian sampailah Ia ke kota-Nya sendiri. Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni."

Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya: "Ia menghujat Allah." Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: "Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah dan berjalanlah? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" -- lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu --: "Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"

Dan orang itu pun bangun lalu pulang. Maka orang banyak yang melihat hal itu takut lalu memuliakan Allah yang telah memberikan kuasa sedemikian itu kepada manusia.

 

 

Meditatio:

'Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni'.

Sebuah penyataan yang terlontar, karena iman kepercayaan mereka kepada Yesus. Yesus memuji mereka dan memberikan rahmat agung kepada mereka, yakni pengampunan dosa.

Namun gemparlah banyak orang, terutama para ahli Taurat. 'Ia menghujat Allah'.  Karena memang hanya Tuhan Allah, sang Penguasa hidup ini, yang berhak dan mampu mengampuni dosa umat manusia. Dosa adalah pelanggaran dan  perlawanan terhadap Allah, maka hanya Allah yang berhak mengampuninya. Mengampuni  dosa adalah hak dan wewenang Allah, tidak seorang pun berkuasa atas hal itu.

Yesus yang mengetahui pikiran mereka, berkata: 'mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan: dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: bangunlah dan berjalanlah? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa'. Yesus sungguh tahu apa yang dipikirkan oleh manusia, ciptaanNya. Sang Pencipta pasti tahu apa yang dipikirkan dan dilakukan ciptaanNya.

'Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni' adalah ucapan yang disengaja oleh Yesus, guna menunjukkan bahwa Dia adalah Allah yang menjadi Manausia. Dia tidak perlu menyebut DiriNya siapa, Dia hanya melakukan segala yang dikerjakan Allah. Manusia diminta untuk berani mengambil keputusannya sendiri. Sebagaimana Dia hanya melakukan pekerjaan Allah, demikian pun orang yang berkenan kepadaNya, bukannya yang 'berseru: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa yang di sorga' (Mat 7: 21). Inilah keindahan iman kepada Tuhan Yesus,  yakni  setiap orang yang percaya kepadaNya diminta melakukan segala yang pernah dilakukanNya.

'Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni' hendak menyatakan: bahwa Tuhan Allah yang melakukan segala sesuatu. 'Manakah lebih mudah, mengatakan: dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: bangunlah dan berjalanlah?'  adalah sebuah penyataan bahwa hanya Allah yang mampu melakukan melakukan pengampunan dosa; pengampunan adalah tugas yang amat berat dan itu hanya bisa dilakukan oleh Allah, yang memang menghendaki pengampunan dosa, karea Dia menghendaki agar semua orang beroleh keselamatan.

Pengampunan dosa adalah prasyarat utama bagi setiap orang untuk beroleh keselamatan. Pengampunan dosa amat dibutuhkan karena ternyata setiap orang sempat jatuh dalam dosa. Pengampunan dosa menentukan seseorang beroleh keselamatan, dan bukannya kondisi fisik seseorang. Kesehatan fisik seperti pemenuhan minimal standartisasi kholesterol, asam urat, diabet, detak jantung dan SGOT tidaklah menjadi penentu seseorang boleh menikmati keselamatan bersamaNya. Yesus bukan tidak mengindakan kesehatan umatNya, tetapi Dia mengingatkan agar kita umatNya tidak mengabaikan prasyarat utama dalam menikmati keselamatan.

Yesus menyatakan kebenaran: apa yang dikehendaki oleh Bapa, itulah yang dilakukanNya. Kiranya bacaan pertama: pengalaman nabi Amos juga memberi referensi bagi kita, untuk selalu mengatakan kebenaran kepada semua orang tanpa terkecuali. Amos harus menyatakan kebenaran kepada Israel, yang memang selalu mengaku sebagai umat pilihan Allah. Amos terpaksa bernubuat kepada Israel yang memang telah berbalik dari Tuhan.

'Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!', tegas Yesus kepada orang lumpuh itu; dan dia pun berdiri dan berjalan. Orang banyak yang melihat hal itu takut lalu memuliakan Allah yang telah memberikan kuasa sedemikian itu kepada seorang manusia dari Nazaret, yang memang adalah 'Anak Allah' (Mat 8: 29)

 

 

 

Oratio :

 

Tuhan Yesus, Engkaulah Allah yang menjadi Manusia. Bantulah kami, ya Yesus, dengan rahmat dan kasihMu, agar kami dapat melakukan segala kehendakMu bagi kami, karena memang Engkau sendiri pun menghendaki kami bersikap dan bertindak seperti Engkau. Amin.

 

 

 

Contemplatio :

'Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa'.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening