Kamis Pekan Biasa XV, 19 Juli 2012

Yes 26: 7-9  +  Mzm 102  +  Mat 11: 28-30

 

 

 

Lectio:  

 

Suatu hari  berkatalah Yesus: "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan."

 

 

Meditatio:

'Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu'.

Menarik kali undangan Yesus ini. Kita semua diundang untuk berani datang kepadaNya. Kita semua adalah orang-orang yang letih lesu dan berbeban berat; tetapi tidaklah demikian dengan mereka yang mampu mengatasi segala persoalan hidupnya, mereka adalah orang-orang bijak dan pandai. Undangan ini sungguh menguntungkan. Menguntungkan, karena Yesus tidak memberi perintah, Dia malahan mengundang kita datang keapadaNya dan menikmati bantuanNya. 'Aku akan memberi kelegaan kepadamu'.  Yesus mengundang kita untuk menikmati bantuanNya.

Kehendak Tuhan agar kita berani datang kepadaNya memang selalu dikumandangkanNya terus. 'Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu' (Mat 7: 7). KemurahanhatiNya selalu diungkapkan, bukan untuk mencari pujian dan pengakuan dari kita para muridNya, melainkan agar kita semua menikmati sungguh-sungguh kasih karuniaNya. Allah sungguh tahu dengan benar, bahwa ciptaan yang serupa dengan gambarNya adalah ciptaan yang lemah dan terbatas; mereka itu tidak ubahnya dengan bejana tanah liat (2Kor 4: 7), yang dari luar tampak indah bagus. Karena itu, keberanian kita semua para muridNya amat dirindukan oleh Tuhan sendiri; hanya dalam penjagaan sang Pencipta, bejana akan tetap kokoh dan tegap.

 Namun tak dapat disangkal, Yesus juga mengundang kita untuk berani memikul salibNya. 'Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan'. SalibNya akan diberikan juga kepada kita, dan sekaligus kita diminta untuk belajar daripadaNya, yang memang Ahlinya  dalam memanggul salib kehidupan ini. Kita diminta siap sedia memanggulnya; sebab hanya kesediaan diri untuk menerimanya akan membuat hati tetap bersukacita dan mendapatkan ketenangan.  

Salib yang dipasangNya itu enak; dan inilah yang perlu kita renungkan. Salib Yesus memberi kenikmatan dan kenyamanan; salib yang bagaimana itu? Benarkah yang dikatakan Yesus ini? Keberanian kita memanggul salib yang diberikanNya akan meringankan dan memberi kesukaan juga kepada Yesus. Inilah kesempatan membuat Yesus mengalami sukacita, yakni bila kita berani memikul salibNya.

Ajakan Yesus tadi: 'marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu',  sebenarnya menjawabi kerinduan umat beriman sendiri yang selalu mencari dan mencari Tuhan: 'ya TUHAN, kami juga menanti-nantikan saatnya Engkau menjalankan penghakiman; kesukaan kami ialah menyebut nama-Mu dan mengingat Engkau. Dengan segenap jiwa aku merindukan Engkau pada waktu malam, juga dengan sepenuh hati aku mencari Engkau pada waktu pagi; sebab apabila Engkau datang menghakimi bumi, maka penduduk dunia akan belajar apa yang benar', sebagaimana dikatakan Yesaya dalam bacaan pertama tadi. Maka kiranya kita mengamini segala yang dikehendaki oleh Yesus kepada kita umatNya: berani datang kepadaNya.

 

Oratio :

 

Yesus, Engkau secara sengaja mengundang kami untuk datang kepadaMu. Engkau tidak memberi tugas atau perintah, Engkau malahan hendak memberi kelegaan kepada kami. Kami mohon kepadaMu, ya Yesus, buatlah kami semakin hari semakin berani datang kepadaMu, belajar tentang kehidupan ini, karena memang Engkau sang Empunya kehidupan ini. Amin.

 

 

 

Contemplatio :

'Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu'.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening