Pesta Santo Yakobus, 25 Juli 2012

Sir 44: 10-15  +  Mzm 126 +  Mat 20: 20-28

 

 

 

Lectio

 

Ketika hari datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya. Kata Yesus: "Apa yang kaukehendaki?" Jawabnya: "Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu." Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: "Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?" Kata mereka kepada-Nya: "Kami dapat." Yesus berkata kepada mereka: "Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya."

Mendengar itu marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu. Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

 

 

 

Meditatio:

'Kami dapat'.

Ya kami sanggup. Itulah jawaban kedua anak Zebedeus atas permintaan Yesus:  'kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?'. Pertanyaan Yesus ini pun sebenarnya menanggapi permintaan Salome, ibu anak-anak Zebedus, 'supaya kedua anaknya ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan, yang seorang di sebelah kanan dan yang seorang lagi di sebelah kiri'. Sepertinya pemberianNya ini tidak akan diberikan secara gratis dan cuma-cuma, melainkan ada suatu persyaratannya; dan mereka berdua menyatakan sanggup melaksanakannya.

'Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya'. Penyataan Yesus ini ternyata mengembalikan semua hal tersebut kepada kemurahan hati Bapa di surga. Kita tidak tidak mampu menuntut Allah berbuat baik kepada kita umatNya; kalau pun kita sudah berani minum dari cawan pemberianNya, kita tidak bisa menuntut Allah meladeni kemauan kita. Penyataan 'tentang duduk di sebelah kanan atau di sebelah kiriNya, yang akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa telah menyediakannya', hendak menegaskan kepada kita, bahwa kita umatNya hanya bisa berharap dan berharap kepada Tuhan; keputusan terakhir hanya ada dalam tangan Dia sang Empunya kehidupan. Kalau Yesus pernah mengatakan: 'bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga' (Mat 7: 21), sungguh-sungguh hendak menegaskan kepada kita, agar kita berani mengutamakan kehendak Dia, Bapa di surga, dan bukan pada sebatas kemauan baik kita untuk berdoa dan memujiNya.

Penyataan Yesus juga hendak menyatakan bahwa seseorang itu benar-benar berhasil dan sukses, bila memang dia telah setia berusaha dan berjuang dari dari hal yang kecil dan sederhana; kesetiaan mereka akan berkembang dan berbuah. 'Engkau telah setia dalam perkara kecil, Aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar' (Mat 25: 21); dan yakinlah: 'orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai; dan orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya' (Mzm 126: 5-6). Oleh karena itu, Yesus menambahkan: 'barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang'. Yesus tidak hanya mengajarkan, melainkan juga telah melakukannya terlebih dahulu.

Pernyataan 'duduk di sebelah kanan atau di sebelah kiriNya, yang akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa telah menyediakannya' dipercayai sungguh oleh Paulus dalam suratnya yang kedua kepada umat di Korintus: 'kami yakin, bahwa Ia, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus; dan Ia akan menghadapkan kami bersama-sama dengan kamu kepada diri-Nya'. Paulus yakin sungguh bahwa kemurahan hati Tuhan akan dinikmati oleh orang-orang yang percaya kepadaNya. Paulus begitu yakin, pertama, karena dia mengenal sungguh siapakah sang Empunya kehidupan ini: Dialah Tuhan Allah yang dapat diandalkan; sekaligus, kedua, dia pun ingat akan kelemahan dan keterbatasan dirinya, karena itu Paulus juga menegaskan: 'harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami. Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa. Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami'. Paulus tidak berhenti pada kelemahan yang dimiliki, dia mengarah kepada sang Empunya kehidupan.

Santo Yakobus, Yakobus besar, yang wafat tahun 44, adalah salah seorang putra dari pasutri Zebedeus dan Salome, yang dimintakan ijin untuk duduk di sebelah kanan atau kiri Yesus. Dia tidak berhenti pada permintaan yang disampaikan oleh ibunya; dalam perjalanan hidupnya, dia selalu mengumandangkan Kristus, sang Kebenaran Allah, yang semuanya pada akhirnya menghantar dia untuk menerima mahkota kemartiran, ketika dia menghadapi eksekusi mati dengan pedang oleh Raja Herodes Agripa I (Kis 12: 1-2). Yakobus sungguh-sungguh berani meminum cawan yang harus diminumnya.

 

 

 

Oratio :

 

Yesus, kami merindukan juga apa yang dikatakan oleh ibu dari Yakobus dan Yohanes. Kami pun ingin menikmati sukacita surgawi. Bantulah kami, ya Yesus, untuk melaksanakan kehendak Bapa di surga, agar kami kedapatan boleh tinggal bersama Engkau dalam persekutuan orang kudus.

Santo Yakobus, doakanlah kami. Amin.

 

 

Contemplatio :

'Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya'.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018