Rabu Pekan Biasa XVII, 1 Agustus 2012

Yer 15: 16-21  +  Mzm 59  +  Mat 13: 44-46

 

 

 

Lectio

 

Suatu hari berkatalah Yesus: "hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.

Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu."

 

 

Meditatio:

Oleh sebab sukacitanya pergilah orang itu menjual seluruh miliknya lalu membeli harta yang terpendam di ladang, membeli mutiara itu.

Seluruh miliknya? Ya benar! Ini apakah berarti harga harta terpendam atau mutiara itu sama dengan seluruh harta yang dimilikinya? Kemungkinan sama, tetapi nilai yang berbeda. Harta terpendam atau mutiara itu lebih bernilai dari seluruh harta yang dimilikinya. Harga boleh sama, tetapi nilainya yang berbeda.

Perumpamaan ini memberi pembelajaran kepada kita, agar kita berani memilih yang terbaik dalam hidup ini, berani menyerahkan segala yang kita miliki untuk mendapatkan yang terbaik dan terindah. Tidak mungkin kita mendapatkan harta terpendam atau mutiara itu, bila kita tidak mau menjual segala yang kita miliki; semuanya itu akan menjadi milik kita, kalau kita berani meninggalkan segala yang kita miliki sebelumnya. Keberanian kita meninggalkan yang ada, yang lampau, akan membuat kita menjadi seorang Paulus baru, yang dengan berani berseru: 'segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus' (Fil 3: 8). Meninggalkan segala untuk mendapatkan Segala.

Bacaan pertama merenungkan Injil hari ini sebagai keberanian 'kembali kepada Tuhan'; sebab hanya dalam Dia semenjak awal dunia, kita semua baik adanya (Kej 1); menemukan mutiara berarti menemukan jati diri. 'Jika engkau mau kembali, Aku akan mengembalikan engkau menjadi pelayan di hadapan-Ku, dan jika engkau mengucapkan apa yang berharga dan tidak hina, maka engkau akan menjadi penyambung lidah bagi-Ku. Biarpun mereka akan kembali kepadamu, namun engkau tidak perlu kembali kepada mereka. Terhadap bangsa ini Aku akan membuat engkau sebagai tembok berkubu dari tembaga; mereka akan memerangi engkau, tetapi tidak akan mengalahkan engkau, sebab Aku menyertai engkau untuk menyelamatkan dan melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN. Aku akan melepaskan engkau dari tangan orang-orang jahat dan membebaskan engkau dari genggaman orang-orang lalim'.

Kerajaan Surga itu memang seharga dengan hidup kita. 'Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya' (Luk 17: 33). Seseorang memang harus berjuang dan berjuang untuk menikmati kehidupan. Kemapanan sosial pun akan segera berlalu, bila diperoleh sebatas warisan dari para pendahulu; sebaliknya hasil usaha yang tidak dimulai dari nol itu akan semakin tumbuh dan berkembang bila disertai dengan karya bakti yang bergelora.

Kerajaan Surga itu memang seharga dengan hidup kita, tetapi tidaklah demikian dengan sang Empunya kehidupan ini, sang Raja Kerajaan Surga. 'Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu'  (Mat 22: 37), tegas Yesus. Penyataan ini menegaskan sungguh bahwa untuk mendapatkan tempat dalam hatiNya, setiap orang harus mengabdi dan mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa dan dengan segenap akal budi, tak mungkin asal-asalan atau setengah hati; karena memang Dia agung dan mulia. Kita ada di dalam Dia, kita ini tidak ubahnya 'setitik air dalam timba dan dianggap seperti sebutir debu pada neraca' (Yes 40: 15).

 

 

Oratio :

 

Ya Yesus, ajarilah kami selalu untuk memilih bagian yang terbaik, yakni dengan berani meninggalkan yang kami miliki untuk mendapatkan segala yang Engkau miliki. Tak jarang, berat memang ya Tuhan, untuk melepaskan segala yang kami miliki, tetapi kiranya bantuanMu akan semakin meyakinkan jiwa kami untuk tidak terikat selalu dengan apa yang kami miliki ini.

Yesus, bantulah kami selalu,  Amin.

 

 

Contemplatio :

Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, orang itu pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening