Sabtu Pekan Biasa XIII, 6 Juli 2012

Am 9: 11-15  +  Mzm 85  +  Mat 9: 14-17

  

 

 

Lectio

 

Suatu hari datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: "Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?"

Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa. Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya. Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya."

 

Meditatio:

'Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa'.

Berpuasa bukanlah soal waktu. Berpuasa juga memerlukan kebijaksanaan. Sungguh suatu kebodohan, bila sahabat-sahabat mempelai laki-laki berpuasa dan berdukacita selama mempelai itu bersama mereka. Mereka tidak menghormati sang pengantin yang memang merayakan hari sukacitanya. Jawaban inilah yang diberikan Yesus kepada murid-murid Yohanes yang mempersoalkan: 'mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?'.

'Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya. Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya'. Ketidakbijaksanaan seseorang akan merugikan diri sendiri.

Apakah Yesus memang pernah melarang para muridNya berpuasa? Untuk apa sebenarnya berpuasa? Tak dapat disangkal bahwa puasa itu adalah salah satu bentuk kesalehan; berpuasa adalah usaha untuk memperdalam kesalehan yang sudah diperoleh seseorang. Dengan berpuasa, seseorang berkeyakinan untuk semakin mendapatkan banyak kesalehan. Bila demikian mengapa seseorang masih harus berpuasa, bila memang dia sudah selalu berdampingan bersama Tuhan. Ada bersama Yesus, tentulah kita tidak perlu berpuasa lagi. 'Waktunya akan datang Mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa'. Ada waktunya kita harus berpuasa, yakni ketika kita tidak bersama dengan Yesus

 

 

Oratio :

 

Tuhan Yesus, ada bersama Engkau memang membuat kami bebas dari segala ikatan-ikatan insani, tetapi kami sendiri yang kelabakan karena memang keterikatan kami akan dunia ini. Bantulah kami ya Yesus, agar kami semakin berani mengarahkan diri kami kepadaMu, sehingga kami akan merasakan kehadiranMu selalu dalam diri kami.

Yesus bantulah kami yang mudah menoleh ke kanan dan ke kiri ini. Amin.

 

 

Contemplatio :

'Ada bersama Yesus'.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening