Sabtu Pekan Biasa XV, 21 Juli 2012

Mi 2: 1-5  +  Mzm 10  +  Mat 12: 14-21

 

 

 

Lectio

 

Pada waktu itu, keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia. Tetapi Yesus mengetahui maksud mereka lalu menyingkir dari sana.

Banyak orang mengikuti Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya. Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa. Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang. Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap."

 

 

 

Meditatio:

'Pada waktu itu, keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia, tetapi Yesus mengetahui maksud mereka lalu menyingkir dari sana'.

Yesus menghindari kematian dan kebinasaan, karena memang Dia datang ke dunia hendak menyelamatkan umat manusia dari kuasa dosa. Bagaimana Dia mampu menyelamatkan manusia, bila memang Dia dapat dibinasakan oleh umatNya? Tak dapat disangkal memang Yesus menghadapi kematian, tetapi Dia tidak menghadapi kebinasaan, melainkan Dia menyerahkan nyawa guna menjadi tebusan hidup bagi umat manusia (Mat 20: 28; 1Tim 2: 6).

'Banyak orang mengikuti Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya. Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia'.

Di sini ditampakkan kehebatan Yesus sebagai seorang Guru. Dia seorang Guru yang tidak berteriak-teriak. Dia juga seorang Nabi yang tampil dengan ramah dan familiar. Semuanya itu terjadi, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya. 'Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan'. Yesus sungguh-sungguh Orang pilihan Allah, Dia adalah Anak Manusia, yang adalah kehendak Tuhan Allah sendiri. 'Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan' (Mat 3: 17). Dia datang ke dunia sebagai Duta Allah bagi bangsa-bangsa; 'Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa'.  Dia tampil dengan lemah lembut, bukan dengan membawa pedang. 'Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang, dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap'. Yesus sungguh sadar sungguh akan perutusanNya ini. 'Aku ini lemah lembut dan rendah hati' (Mat 11: 29). Secara sengaja malahan Dia merangkul para pendosa, sebab 'bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; dan Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa' (Mat 9: 12-13).

 

 

Oratio :

 

Ya Yesus Kristus, dengan kelemahlembutan Engkau tampil di tengah-tengah kami. Buluh yang patah terkulai tidak Engkau putus, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak Engkau padam. Yesus, ajarilah kami untuk mempunyai hati yang sungguh-sungguh seperti Engkau. Buat kami tidak mudah emosi dan termakan oleh perasaan belaka. Amin.

 

 

 

Contemplatio :

'Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya'.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening