Selasa Pekan Biasa XVI, 24 Juli 2012

Mi 7: 14-20  +  Mzm 84 +  Mat 12: 46-50

 

 

 

Lectio

 

Ketika Yesus masih berbicara dengan orang banyak itu, ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya berdiri di luar dan berusaha menemui Dia. Maka seorang berkata kepada-Nya: "Lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan berusaha menemui Engkau."

Tetapi jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita itu kepada-Nya: "Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?" Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."

 

 

Meditatio:

'Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?'.

Sahut Yesus kepada seseorang yang memberitahukan kepadaNya: 'lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan berusaha menemui Engkau'. Sungguh bermaksud baik orang itu, karena memang dia melihat bahwa ibu dan saudara-saudara-Nya berdiri di luar dan berusaha menemui Dia. Bagaimana orang itu bisa mengetahui kalau seorang perempuan dan beberapa laki-laki itu adalah ibu dan saudara-saudara-Nya? Apakah dia seorang Nazaret, satu kampung dengan mereka?

'Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku', sambung Yesus sambil menunjuk kepada para muridNya. Yesus menerima keberadaan perempuan sebagai para muridNya. Saudara dan saudariNya diperluasNya, bukan saja mereka yang dilahirkan karena keinginan daging, tetapi terlebih dan diperbaharui oleh keinginan roh (bdk Gal 5: 16-17); para saudara Yesus, bukanlah sebatas rahim insani, melainkan berkenaan dengan hati manusia. Walau tak disangkal bahwa Maria memang adalah seorang ibu kebanggaan Yesus Putera, karena memang dia mengandung Yesus, pertama-tama dalam hati, dan baru kemudian dalam rahimnya.

Sangatlah fatal kesalahan bagi banyak orang yang membatasi diri dalam komunitas-komunitas. Bukankah komunitas-komunitas sekarang ini adalah buatan nalar insani, mereka adalah rahim-rahim buatan manusia; warna dan nada insani lebih mendapatkan tekanan, keinginan daging lebih ditonjolkan? Komunitas yang sejati adalah dunia dengan segala isinya; komunitas tidak membatasi diri dari dunia, sebab dunia adalah tempat berpijak seluruh ciptaan untuk melakukan tugas perutusannya. Komunitas malahan harus mampu mengajak 'setiap orang yang telah dibangkitkan bersama dengan Kristus, untuk mencari perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah; memikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi' (Kol 3: 1-2).  Pernyataan Paulus ini tak lain dan tak bukan menterjemahkan penyataan Yesus sendiri untuk melakukan kehendak Bapa di sorga. Yesus membuka selebar-lebarnya komunitas, jangalah kita menutupnya (bdk. Mat 19: 6).

 Menomersatukan komunitas-komunitas insani berarti melawan kerinduan kodrati dari setiap orang yang menginginkan kasih dan perlindungan Allah. Kerinduan itulah yang terungkap dalam bacaan pertama tadi: 'ya Tuhan Allah, gembalakanlah umat-Mu dengan tongkat-Mu, kambing domba milik-Mu sendiri, yang terpencil mendiami rimba di tengah-tengah kebun buah-buahan. Seperti pada waktu Engkau keluar dari Mesir, perlihatkanlah kepada kami keajaiban-keajaiban! Siapakah Allah seperti Engkau yang mengampuni dosa, dan yang memaafkan pelanggaran dari sisa-sisa milik-Nya sendiri; yang tidak bertahan dalam murka-Nya untuk seterusnya, melainkan berkenan kepada kasih setia? Biarlah Ia kembali menyayangi kita, menghapuskan kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut'.

Kita semua adalah saudara dan saudari Yesus, karena terus berusaha melakukan kehendak Bapa di sorga. Namun baiklah kita semakin membuka diri kepada sesama. Sebagaimana Yesus yang membuka persaudaraanNya dengan semua orang, dan tidak mengikati dengan persaudaraan insani, demikian pula kiranya kita berani membuka hati dan budi  terhadap semua orang yang berkehendak baik untuk melakukan sabda dan kehendak Bapa di surga. Ada banyak orang yang melakukan kehendak Bapa, dan bukannya saya seorang diri atau pun komunitasku.

 

 

Oratio :

 

Yesus, Engkau telah membuka kesempatan bagi banyak orang untuk menjadi saudara-saudariMu yang menikmati keselamatan abadi. Syukur kepadaMu ya Yesus. Semoga kami pun berani semakin membuka diri akan segala kemauan baik sesama kami, yang memang amat merindukan kehadiranMu. amin

 

 

Contemplatio :

Siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening