Selasa Pekan Biasa XVII, 31 Juli 2012

Yer 14: 17-22  +  Mzm 34  +  Mat 13: 36-43

 

 

 

Lectio

 

Suatu hari Yesus meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: "Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu."

Ia menjawab, kata-Nya: "Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia; ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat. Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat. Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman. Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya. Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka.

Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"

 

 

Meditatio:

Kiranya penjelasan Yesus yang disampaikan tadi amatlah jelas. 'Malaikat-malaikat-Nya akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya, dan mencampakkan mereka ke dalam dapur api'. Mereka tidak akan menikmati hidup kekal, akhir hidup mereka adalah kebinasaan. Itulah yang terjadi pada akhir jaman. Sebaliknya, 'pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka'. Di akhir jaman, ada keselamatan, ada kebinasaan.

'Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!', tegas Yesus. Yesus tidak banyak memberi keterangan panjang lebar lagi. PenegasanNya ini meminta setiap orang untuk berani memilih yang terbaik bagi hidupnya, yang tentunya tidak lain dan tidak bukan adalah keselamatan.

'Telah Kautolakkah Yehuda sama sekali? Telah merasa muakkah Engkau terhadap Sion? Mengapakah kami Kaupukul sedemikian, hingga tidak ada kesembuhan lagi bagi kami? Kami mengharapkan damai sejahtera, tetapi tidak datang sesuatu yang baik; mengharapkan waktu kesembuhan, tetapi hanya ada kengerian! Ya TUHAN, kami mengetahui kefasikan kami dan kesalahan nenek moyang kami; sungguh, kami telah berdosa kepada-Mu. Janganlah Engkau menampik kami, oleh karena nama-Mu, dan janganlah Engkau menghinakan takhta kemuliaan-Mu! Ingatlah perjanjian-Mu dengan kami, janganlah membatalkannya!'.

Pertobatan Israel yang dikemukakan dalam bacaan pertama ini sungguh-sungguh keluar dari hati yang jujur. Kiranya pertobatan ini harus kita kumandangkan dalam setiap perjalanan hidup kita, dan bukannya kelak pada akhir jaman. Sebab akhir jaman adalah kesempatan para malaikat, sebagaimana dikehendaki Anak Manusia,  untuk memisahkan gandum dari ilalang. 'Setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah' (Rom 14: 12), yang semuanya tidak dilakukan ketika kita memasuki akhir jaman, melainkan di setiap langkah hidup kita. Keberanian kita untuk mempertangungjawabkan segala perbuatan kita akan mengarahkan kita untuk setia pada cita-cita.

 

 

 

Oratio :

 

Ya Tuhan Yesus, Engkau menyampaikan kehendakMu agar kami boleh beroleh selamat. Semoga kami setia dalam memilih yang terbaik bagi hidup ini agar kami  bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka.  

Santo Ignasius doakanlah kami. Amin.

 

 

Contemplatio :

'Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka'.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening