Senin Pekan Biasa XII, 2 Juli 2012

Am 2: 6-16  +  Mzm 50  +  Mat 8: 18-22

 

 

 

Lectio

 

Ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingi-Nya, Ia menyuruh bertolak ke seberang. Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: "Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi." Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."

Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: "Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku." Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka."

 

Meditatio:

'Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi'.

Itu seru seorang ahli Taurat yang datang kepada Yesus. 'Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya', jawab Yesus. Suatu jawaban yang menantang seseorang untuk berani bertanya kepada diri sendiri untuk apa mencari dan mengikuti Yesus. Kedudukan dan kenyamanan sosial memang banyak dikejar ahli-ahli Taurat pada waktu itu; bukankah mereka dipercayai sebagai orang-orang yang menduduki kursi Musa (Mat 23: 2), yang berada dalam posisi terpandang dalam masyarakat?

Kiranya bukan saja bagi orang-orang Yahudi jawaban Yesus ini disampaikan, tetapi juga bagi kita: apa yang kita cari dengan mengikuti Kristus? Kedudukan sosial dalam Gereja? Keamanan status sosial yang sudah kita peroleh? Mukjizat-mukjizat dan pelbagai karuniaNya? Tidak salah kita meminta daripadaNya. 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang' (Yoh 6: 27). Sangat tidak enak bila kata-kata ini juga dikenakan kepada kita. Ingat juga akan Yakobus dan Yohanes yang minta duduk di sebelah kiri dan kanan Dia dalam kemuliaan nanti. 'Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya' (Mat 20: 23).

Kita harus mengikuti dan mengikuti, dan tidak memberi prasyarat sedikitpun. Ikut Yesus berarti tanpa syarat bagi Dia. Sekarang ada kemauan sekarang pun harus dilaksanakan, tak boleh ditunda-tunda, apapun alasannya. 'Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka'. Sebuah pernyataan Yesus yang amat hiperbolis tetap dapat kita tangkap dengan baik apa maksudnya.

Sebagai orang-orang yang sudah diselamatkan, tidak seperti ahli-ahli Taurat pada waktu itu, baiklah kita berani mencari Tuhan Yesus hanya supaya diijinkan tinggal bersama dengan Dia di mana pun Dia berada (Yoh 14: 3). Itulah kiranya harapan kita dalam mencari Dia, dia kita cara karena memang hanya Dialah yang mampu memberi kehiduapan. Ada baiknya pengalaman bacaan pertama yang dikutip dari kitab Amos mengingatkan kita, agar kita berani menikmati kasih karunia Tuhan yang sudah dilimpahkan kepada kita. Kengganan kita menikmatinya malahan menyengsarakan diri sendiri.

 

 

 

Oratio :

 

Ya Tuhan Yesus, Engkau mengundang kami untuk mengikuti Engkau. Baiklah bantulah kami, agar kami kedapatan setia dalam mengikuti Engkau, dan kiranya kerinduan kami untuk tinggal bersama Engkau, dan tidak ada yang lain, semakin hari semakin tumbuh dan berkembang. Amin.

 

 

Contemplatio :

'Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi'.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening