Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012



Why 12: 1-6  +  1Kor 15: 20-26  +  Luk 1: 39-56

 

 

 

Lectio

 

Suatu hari setelah mendengar kabar sukacita berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana."

Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus. Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya."

Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.

 

 

Meditatio:

'Sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia'.

        Dia yang membawa kita dikuasai maut, tidak lain dan tidak bukan, adalah Adam, yang memang ingin mencari kepuasan diri, tetapi berakhir pada maut yang menenggelamkan dia, dan kita semua, pada kematian. Namun karena Dia, Kristus Tuhan, yang bangkit dari alam maut, kita semua dan sleuruh umat manusia, mendapatkan jaminan untuk bangkit dari kuasa kematian. ' Sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus'. Yang satu membinasakan, yang Satu menghidupkan.

'Namun tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya'.  

Siapakah mereka yang menjadi milikNya? Tentunya banyak orang yang berkenan kepadaNya, yang menjadi milikNya. Satu di antaranya, dia yang paling unggul, adalah Maria, sang BundaNya sendiri.

Apakah dalam proyek keselamatan itu ada nepotisme? Tidak ada! Siapakah ibuKu dan saudara-saudariKu? Inilah ibu-Ku dan saudara-saudari-Ku, yakni mereka yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga; dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku (Mat 12: 48-50).

Maria adalah orang pertama  yang dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus,  karena memang semenjak semula dia berani menerima kehadiran Yesus dalam dirinya. Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanMu. Elizabet, sebagaimana diceritakan dalam Injil hari ini, sungguh-sungguh bisa merasakan dan mengalami kehadiran Maria yang menghidupkan. 'Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?', seru Elizabet. Maria mampu memberi semangat dan sukacita, karena kehadiran sang Sabda sendiri dalam rahimnya.

Yesus sang Sabda yang menggerakkan dan menyemangati hidup Maria. Maria selalu ada bersama Yesus. Walau diucapkan oleh santo Paulus (Gal 2: 20), tetapi Maria pasti sungguh-sungguh menyadari: 'memang aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku'. Dia yang telah mengalami kemuliaan surgawi, karena memang Dialah Raja Surga, pasti akan mengijinkan, dan bahkan menarik sang bunda menikmati kemuliaan surgawi sebagai orang pertama di antara kita, setelah DiriNya sebagai buah sulung kebangkitan.

Bagaimana dengan penjahat yang bertobat itu, yakni dia yang disalibkan bersama Yesus. 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus' (Luk 23: 43). Dia berada dalam urutan ke berapa?

Inilah yang membuat Gereja Umat Allah pada hari ini bersukacita atas rahmat dan kasih yang dinikmati oleh Maria. Kita ikut bergembira bersama Maria atas kasihNya yang melimpah dalam dirinya. Kita  ikut bergembira, karena kita pun mempunyai keyakinan sama yang dikatakan oleh Paulus dalam bacaan kedua tadi; dan kita semua benar-benar merindukan keselamatan surgawi itu.

Inilah  yang juga menjadi kepercayaan Maria yakni bahwa apa yang dinikmatinya juga diberikan kepada semua orang yang berharap kepadaNya. 'Rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia menolong Israel, hamba-Nya, yakni orang-orang yang dikasihiNya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya'.

Kiranya perayaan hari ini semakin membuat kita merindukan kemuliaan surgawi yang diberikan kepada seluruh umat manusia. Kita diajak bersikap seperti Maria dalam mendengarkan Dia.

 

 

Oratio :

 

Ya Yesus Tuhan ,Engkaa memberikan kemuliaan surgawi kepada Maria, bundaMu dan bunda kami. Semoga kenikmatan surgawi itu juga Engkau limpahkan kepada kami, karena memang kami ingin selalu bersamaMu.

Ya Maria bunda, doakanlah kami. Amin.

 

 

Contemplatio :

'Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya'.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening