Jumat Pekan Biasa XVII, 3 Agustus 2012

Yer 26: 1-9  +  Mzm 69  +  Mat 13: 54-58

 

 

 

Lectio

 

Suatu hari setiba di tempat asal-Nya, Yesus mengajar orang-orang di situ di rumah ibadat mereka. Maka takjublah mereka dan berkata: "Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu? Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?"

Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya." Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ.

 

 

 

Meditatio:

Lalu mereka kecewa dan menolak Yesus.

Itu akhir dari suatu peristiwa yang indah.

Orang-orang yang tinggal di tempat asal-Nya, takjub akan Yesus, yang tampil dengan hebat. 'Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu?',  seru mereka, 'Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?'.  Mereka kagum dan terperangah kepada Yesus, yang memang mempunyai kharisma yang begitu hebat. Namun ingat, gelora jiwa itu mudah berubah begitu cepat. Kagum dan takjub, hormat dan pujian itu amatlah insani; mudah berubah bergantung selera jiwa, yang mendapatkan untung atau tidak; yang tak dapat disangkal memang nada pamrih cenderung menguasainya.

Orang-orang Nazaret amat tidak mampu menerima seorang Anak tukang kayu mempunyai kehebatan yang melebihi mereka. Kemungkinan  mereka menolak Yesus yang mempunyai aneka kehebatan, kiranya bisa dipahami, karena memang mereka tidak melihat rencana agung, yang telah ditentukan Allah semenjak semula. Kiranya tidaklah demikian dengan kita yang mampu melihat rencana Allah, yang mau menjadi Manusia demi keselamatan umatNya. Kita mengenal Yesus Kristus, Orang Nazaret itu sungguh-sungguh Allah dan sungguh-sungguh Manusia. Dia adalah Allah yang menjadi Manusia, sama seperti kita, kecuali dalam dosa.

Dalam peristiwa di atas, Yesus tidak menyampaikan teguran atau pun kritik terhadap orang-orang sekitarnya, seperti yang dilakukan Yeremia, sebagaimana diceritakan dalam bacaan pertama tadi. Setelah Yeremia menyampaikan nubuat petaka, para imam, para nabi dan seluruh rakyat itu segera menangkap dia serta berkata: 'engkau harus mati! Mengapa engkau bernubuat demi nama TUHAN dengan berkata: Rumah ini akan sama seperti Silo, dan kota ini akan menjadi reruntuhan, sehingga tidak ada lagi penduduknya?'. Orang-orang Nazaret menolak Yesus, bukan karena mereka marah terhadapNya, melainkan karena tidak bisa menerima Orang lain, yang mampu bertindak lebih baik dari diri mereka.

'Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya'. Benarlah yang dikatakan Yesus ini, tetapi tidaklah demikian dengan pengalaman Yesus sendiri. Kebenaran tidaklah berhenti pada pemahaman diri; de facto, dalam perjalanan hidupNya Yesus yang menyampaikan kebenaran Allah tidaklah selalu mendapatkan tanggapan positif, terlebih ketika memasuki Yerusalem, kota Allah; Dia malahan harus memanggul salib.

'Karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ'. Bagaimana seseorang mau memberi, bila memang mereka menolaknya; sebaliknya, bagaimana mereka akan menerima anugerahNya, bila mereka tidak mempercayaiNya. Ketidakpercayaan tidak mendatangkan berkat dan rejeki sedikit pun bagi seseorang. 'Percayalah' (Mat 9: 2).

 

 

Oratio :

 

Yesus Kristus, kami bersyukur kepadaMu atas anugerah indah yang Engkau berikan kepada kami. Semoga kami pun juga berani menerima kenyataan, bila memang ada orang-orang yang menerima anugerah dariMu, yang lebih banyak daripada yang kami miliki.

Yesus, jadikanlah kami orang-orang yang rendah hati.  Amin.

 

 

 

Contemplatio :

'Engkau membuat segala-gala indah adanya'.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Pesta Maria mengunjungi Elizabet