Kamis Pekan Biasa XVII, 2 Agustus 2012

Yer 18: 1-6  +  Mzm 146  +  Mat 13: 47-53

 

 

 

Lectio

 

Suatu hari berkatalah Yesus: "demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan. Setelah penuh, pukat itu pun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang. Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.

Mengertikah kamu semuanya itu?" Mereka menjawab: "Ya, kami mengerti." Maka berkatalah Yesus kepada mereka: "Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya."

Setelah Yesus selesai menceriterakan perumpamaan-perumpamaan itu, Ia pun pergi dari situ.

 

 

Meditatio:

'Pada akhir zaman, malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar'.

Itulah yang akan terjadi pada akhir jaman. Ada pemisahan: yang jahat dan yang benar! Kiranya baik kita ingat perumpamaan tentang gandum dan ilalang (Mat 13: 24-30), kambing dan domba (Mat 25: 33). Bagaimana dengan perempuan-perempuan yang bijak dan bodoh (Mat 25: 1-13)? Bukankah mereka juga mengalami pemisahan?

'Setelah penuh, pukat itu pun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang'. Itukah yang terjadi? Nelayan mengambil ikan-ikan yang baik saja, dan yang tidak baik dibuangNya. Kiranya dalam dunia penangkapan ikan, ikan-ikan yang memang belum pantas ditangkap, akan dilepas kembali, dan dibiarkan tumbuh besar terlebih dahulu. Pemahaman akan dunia perikanan akan mempermudah kita untuk memahami perumpamaan ini. Perumpamaan ini pun disampaikan kepada para murid yang di antara mereka ada yang mempunyai profesi sebagai nelayan (Mat 4: 18-22; Yoh 21: 2).

Adakah ikan yang bawel, yang tidak mau tumbuh dan berkembang? Mungkin di lain hari kita tanyakan pada si Denny, manusia ikan yang pernah diturunkan dalam majalah Bobo.

Adanya pemisahan di akhir jaman bukanlah bentuk pertangunganjawab-akhir, sebagaimana kita renungkan beberapa hari lalu. 'Setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah' (Rom 14: 12), seperti yang diingatkan Paulus ini kepada kita, harus disampaikan semenjak kita mengenal Kristus; sekarang ini juga, setiap kita mengakhiri langkah, sebelum kita menginjakkan langkah kita ke tahap berikutnya. Pertanggunganjawab bukanlah ada akhir hidup, melainkan sekarang juga. Pemahaman kita akan makna pertangunganjawab hidup akan membantu kita juga untuk semakin mengerti bahwa Tuhan Yesus tidak hanya menerima ikan yang baik dalam pasu,  melainkan jauh-jauh sebelumnya Yesus sang Nelayan telah menyapa dan merawat mereka (Mat 9: 10-13); Allah selalu mempehatikan umat yang dikasihiNya, seperti tukang periuk, sebagaimana dikatakan dalam bacaan pertama tadi, yakni 'apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka dia mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya'. Itu dinyatakanNya sendiri: 'sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!'.  

Ikan-ikan yang baik adalah mereka yang memang berani menjual harta miliknya dan membeli mutiara yang indah (Mat 13: 44-46).

'Mengertikah kamu semuanya itu?', tanya Yesus; dan mereka semua menjawab: 'ya, kami mengerti'. Allah bertanggungjawab dalam karya pembinaan. Yesus tidak membiarkan kita, para muridNya, untuk berjalan sendiri. 'Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak' (Mat 13: 11), yakni mereka kaum bijak dan pandai (Mat 11: 25). Karena itu, 'berbahagialah mata yang melihat dan telinga yang mendengar, sebab banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya' (Mat 13: 16-17).

'Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka, dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri' (Mrk 4: 33-34).

'Setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya'. Penyataan Yesus sepertinya hendak menegaskan bahwa keterpautan seseorang kepada Tuhan akan semakin mempermudah dia untuk mengerti segala kehendak dan kemauan Tuhan, dan segala misteri Allah, tetapi tidaklah demikian dengan mereka orang-orang yang lebih mengandalkan kekuatan dan pengetahuan diri, sebagaimana dilakukan oleh para ahli Taurat. Yesus menyadari betapa berat beban yang harus mereka panggul dengan memenuhi hukum Taurat, karena itulah Dia menyebut mereka  seperti tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya.

 

 

 

Oratio :

 

Yesus, puji syukur bagiMu, karena Engkau selalu memberi yang terbaik bagi kami, Engkau mengijinkan kami memahami misteri KerajaanMu. Semoga perumpamaan hari ini membuat kami semakin setia pada pilihan terbaik kami untuk setia mengikuti Engkau.  Amin.

 

 

Contemplatio :

'Setelah penuh, pukat itu pun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang'.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018