Kamis Pekan Biasa XXI, 30 Agustus 2012


1Kor 1: 1-9  +  Mzm 145  +  Mat 24: 42-51




Lectio:

Suatu hari berkatalah Yesus kepada para muridNya: 'berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga." Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya? Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya. Akan tetapi apabila hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk, maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi." 




Meditatio:

'Berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang'.

Itulah pesan Yesus kepada para muridNya. 'Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga'.    KedatanganNya yang mana? KedatanganNya untuk kedua kalinya di akhir jaman. Sebab tidak ada orang yang tahu kapan datangNya? Ketidaktahuan yang diwajibkan ini memang diandaikan, agar setiap orang tetap menaruh harapan akan kedatanganNya. Kerinduan akan semakin menguat dan terasa lebih indah maknanya bagi mereka, yang sungguh-sungguh menanti-nantikan Dia, yang tidak memberitahukan kapan datangNya. Ketidaktahuan yang diwajibkan ini membuat setiap orang  semakin berani berjaga dan berjaga, semakin berserah diri kepada Dia yang akan datang itu. 'Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya'. Kesetiaan dalam berjaga dan berserah diri juga mendatangkan berkat yang melimpah dari Dia yang dinanti-nantikan; dia mendapatkan kepercayaan baru untuk melakukan tugas yang lebih baik. Dia yang dahulu hanya diminta untuk berjaga sebagai hamba, sekarang dijadikan pengawas atas harta bendanya.

Kesetiaan mendatangkan berkat, sebaliknya mereka yang mencari kepuasan diri akan mendapatkan kutuk; mereka bagaikan 'hamba yang jahat dan berkata di dalam hatinya: tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk, maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi'.

Untuk apa kita berjaga? Untuk mendapatkan kepercayaan yang lebih besar lagi. Sungguh wajar dan lumrah bagi setiap orang  untuk mendapatkan penghidupan yang layak; tidaklah cukup hanya sebagai penjaga malam, lebih baik lagi bila diizinkan mendapatkan kepercayaan yang lebih besar lagi. Adalah lebih baik, kalau kita boleh menyambut kedatanganNya yang kedua dengan penuh sukacita. Diizinkan menyambut dan menerima kedatanganNya adalah anugerah sukacita yang luar biasa. Karena itu, hendaknya kita memanfaatkan segala kasih karunia yang dilimpahkan kepada kita sebagai bekal dalam menyambut Dia. 'Didalam Dia kamu telah menjadi kaya dalam segala hal: dalam segala macam perkataan dan segala macam pengetahuan, sesuai dengan kesaksian tentang Kristus, yang telah diteguhkan di antara kamu. Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam suatu karuniapun sementara kamu menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus. Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus'.

Komunikasi dengan Dia yang dinanti-nantikan amatlah perlu adanya. Dia memang tidak memberitahukan kapan kedatanganNya, tetapi tidak dapat disangkal, bahwa Dia selalu mengajak dan mengajak setiap orang untuk selalu berada dalam keadaan berjaga. Keadaan kita, yang selalu berjaga, akan membuat Dia dalam keadaan sukacita. Betapa gembiranya, kalau kita mendapatkan sambutan di waktu datang di suatu tempat, sambutan yang melegakan jiwa; demikian pula Tuhan juga bergembira, kalau kita berjaga selalu menyambutNya. Suatu gambaran yang benar-benar manusiawi, yang tak lain dan tak bukan, menunjuk pada betapa besar keinginan Allah itu untuk menyelamatkan kita.




Oratio:

Ya Tuhan Yesus, Engkau menghendaki kami untuk selalu berani berjaga akan kedatanganMu, sebab memang hanya orang, yang selalu berkomunikasi dengan Engkau, yang beroleh rahmat dan kasihMu. Berbicara dengan Engkau rmendatangkan berkat ya Yesus, tetapi inilah yang sering tidak kami mengerti dan bahkan enggan melakukannya.

Yesus bantulah kami untuk setia berkunjung dalam doa bersamaMu. Amin.




Contemplatio:

'Berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang'.







Oremus Inter Nos, 
Marilah kita saling mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening