Minggu Pekan Biasa XVII, 5 Agustus 2012



Kel 16: 2-4.12-15  +  Ef 2: 17-24  +  Yoh 6: 24-35

 

 

 

Lectio

 

Ketika orang banyak melihat, bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus. Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: "Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?"

Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang. Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."

Lalu kata mereka kepada-Nya: "Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?" Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah." Maka kata mereka kepada-Nya: "Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu? Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan? Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: Mereka diberi-Nya makan roti dari sorga."

Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga. Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia."

Maka kata mereka kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa." Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.

 

 

Meditatio:

'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang'.

Sebuah jawaban yang tidak mengenakkan! Jawaban yang diberikan Yesus kepada orang banyak, yang secara sengaja naik ke perahu-perahu untuk mencari Yesus.  Mereka datang dari jauh untuk mencari Yesus. Mereka mencari Yesus, karena memang Dia sebelumnya diam-diam 'menyingkir pula ke gunung, seorang diri'. Yesus terpaksa menyingkir karena Dia tahu 'bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja' (Yoh 6: 15).

Ucapan itu harus dikatakan, karena memang mereka datang, bukannya karena telah melihat tanda-tanda siapakah Orang yang ada di depan mereka; mereka berhenti pada mukjizat-mukjizat yang telah dilakukanNya, mereka ingin terus makan roti itu dan kenyang.

Dewasa ini memang banyak orang mengartikan mukjizat itu adalah perubahan, perubahan yang memberi rasa nikmat. Banyak orang benar-benar membutuhkan mukjizat, ketika mereka harus bekerja keras, ketika mereka harus berbaring karena sakit, ketika harus memanggul salib kehidupan yang berat. Mukjizat adalah perubahan!

Tidak banyak orang mampu melihat kehadiran Kristus Tuhan sebagai mukjizat yang terindah dan mulia; dan memang hanya mata iman yang mampu melihat kehadiranNya dalam setiap peristiwa hidup. Kehadiran Kristuslah yang memberi kehidupan, dan bukan mukjizat-mukjizatNya. Tak jarang, mukjizat Yesus hanya diartikan ketika Dia memberi makan dan menyembuhkan orang sakit, ketika Dia berubah rupa dan berbincang-bincang dengan Musa dan Elia (Mat 17: 1-5), mereka lupa bahwa mukjizat terindah terjadi, yakni ketika Dia ditinggikan dari bumi, dan menarik semua orang datang kepadaNya, dan semuanya terjadi di kayu salibNya (lih. Yoh 12: 32-33).

'Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya', tegas Yesus. Orang tidak boleh mengandalkan mukjizat. Orang harus bekerja dan bekerja! Orang harus berusaha! Orang harus bekerja, terlebih untuk mendapatkan makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal.  Bekerjalah untuk mendapatkan 'roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia'.

Enak kali, makanan yang bagaimana itu? Apakah makanan itu seperti yang dinikmati oleh nenek moyang kami di padang gurun? 'Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa'.  Bagaimana bekerja yang dikehendaki Allah?

'Akulah roti hidup', tegas Yesus. Dia berbicara tentang roti, karena roti adalah kebutuhan dasar hidup. 'Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi'. Yesus tidak memberikan roti, karena memang diriNya-lah Roti hidup. Karena itu barangsiapa berani percaya dan datang kepadaNya akan menikmati Roti hidup itu. Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, bukan cukup dengan mengatakan ya aku percaya kepadaMu, melainkan harus berani percaya dan datang kepadaNya; kepercayaan mengandaikan adanya usaha dan perjuangan untuk datang kepadaNya. Kepercayaan kepada Tuhan Allah adalah pekerjaan.

Apa pekerjaan kita?

 

 

 

Oratio :

 

Ya Tuhan, berilah kami keberanian untuk selalu mencari Engkau, untuk selalu mempunyai selera tinggi dalam hidup ini, dan bukannya sebatas makan dan minum, melainkan  berani menikmati kehadiranMu sendiri yang menyelamatkan. Karena memang Engkaulah yang menentukan kami hidup, dan bukannya perut kami.

Yesus kenyangkanlah kami dengan roti pemberianMu. Amin.

 

 

 

Contemplatio :

'Sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang'.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening