Pesta Santo Laurensius, 10 Agustus 2012



2Kor 9: 6-10  +  Mzm 112  +  Yoh 12: 24-26

 

 

 

Lectio

 

Yesus bersabda: 'Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal. Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa'.

 

 

Meditatio:

'Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal'.

Mencintai nyawa berarti menjaga keamanan dan keselamatan diri; dan orang yang melakukan semuanya ini malah akan kehilangan, karena memang itu hanya nyawa yang bersifat duniawi; tetapi tidaklah demikian dengan mereka yang tidak mengandalkan nyawa duniawi, mereka berani berkurban, meringankan tanganya untuk membantu sesama, akan mendapatkan nyawa surgawi, yang mengarahkan kepada hidup yang kekal.

Tidak ubahnya dengan seseorang yang menemukan harta terpendam di ladang atau mutiara yang indah. Harta benda yang terpendam, mutiara dan hartanya sendiri sama-sama bentuk dan rupa dari kekayaan, tetapi berbeda nilainya. Seseorang ditantang untuk berani mengurbankan harta miliknya sendiri untuk mendapatkan yang lebih indah dan utama.

Mereka yang berani memberikan harta yang dimilikinya, sama saja mereka ini tidak mencintai nyawanya di dunia, guna mendapatkan harta terpendam atau mutiara itu, yakni hidup yang kekal. Barangsiapa berani memberi akan mendapatkan yang lebih indah, bahkan mengatasi rumusan yang diberikan Paulus dalam bacaan pertama tadi: 'orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga'.

Namun tak dapat disangkal, Paulus dalam suratnya itu, meminta kita juga berani berbagi, karena Allah akan pasti melimpahkan berkatNya.'Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita; dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan'.

Yesus pun meminta kita untuk berani memberi dan memberi. 'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah'; dan malahan menjadikannya suatu tugas perutusan dan kewajiban bagi setiap orang yang mengikutiNya. 'Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada'. Pertama, sebagaimana Dia telah menyerahkan nyawa dan menjadi tebusan bagi banyak orang (Mat 20: 28), demikian juga kita yang mengaku diri hendak mengabdi kepadaNya dengan sepenuh hati dan sepenuh jiwa; dan kedua, kita diminta untuk selalu ada bersama dengan Dia. Ada bersama Dia, sang Empunya kehidupan, mendatangkan berkatNya.

'Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa', tambah Yesus, memberikan bonus kepada orang-orang yang takwa kepadaNya.

Hari ini kita merayakan santo Laurensius yang wafat pada tanggal 10 Agustus tahun 258. Pestanya dirayakan setiap tanggal 10 Agustus.  Kesabaran dan ketabahan dalam memanggul salib kehidupan. Keberanian seseorang untuk memberikan nyawa diawali dalam kesabaran dan ketabahan hati. 'Jika kita sedang merasa uring-uringan terhadap sesuatu yang mengganggu kita, baiklah kita mohon bantuan St. Laurensius agar ia mendoakan kita dan membantu kita agar tetap sabar dalam menanggung pencobaan', ajak seorang devosan kepada kita semua.

*    

*    

Oratio :

 

Ya Tuhan Yesus, Engkau begitu sabar dan setia dalam memanggul salib, bahkan engkau menjadi tubusan bagi banyak orang. Bantulah kami ya Yesus, untuk berani meneladan Engkau, yang memang mengajak kami untuk berani memikul salib kehidupan kami sehari-hari. Amin.

 

 

Contemplatio :

'Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa'.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening