Rabu Pekan Biasa XIX, 15 Agustus 2012


Yeh 9: 1-7  +  Mzm 113  +  Mat 18: 15-20

 

 

 

Lectio

 

Pada waktu itu berkatalah Yesus: 'apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.

Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."

 

 

Meditatio:

'Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata'.

Menegur seseorang yang bersalah, memberitahu kesalahan kepada orang yang bersangkutan adalah kewajiban. Kita tidak boleh membiarkan orang lain tenggelam dalam dosa. 'Kamu telah membiarkan kambing domba-Ku terserak dan tercerai-berai, dan kamu tidak menjaganya. Maka ketahuilah, Aku akan membalaskan kepadamu perbuatan-perbuatanmu yang jahat, demikianlah firman TUHAN' (Yer 23: 1-2). Bila kita berdiam diri, kita akan dimintai pertanggunganjawab atasnya; sebaliknya bila kita berani menyampaikannya, dan 'ia mendengarkan nasihatmu, engkau telah mendapatnya kembali'.

Memang tidak mudah menegur dan memberitahu kesalahan kepada orang yang bersangkutan. Kita memang dapat dengan mudah mengenal seseorang: apakah kharakter teman kita ini mudah menerima sapaan dan teguran atau tidak.

'Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai'. Inilah permintaan Yesus kepada kita. Yesus meminta kita untuk berani mengejar seseorang yang telah jatuh dalam dosa dan mendapatkannya kembali. Keselamatan adalah kemauan pribadi, tetapi kita harus saling membantu untuk mendapatkannya. Bagaimana cara penyampaiannya, itulah yang harus kita usahakan dan perjuangkan, agar apa yang kita sampaikan berdaya guna, bagi orang yang bersangkutan dan bagi diri kita. Yesus tidak mendikte kita, Yesus meminta kita.

Sekali lagi, Yesus meminta kita untuk berani mengejar seseorang yang telah jatuh dalam dosa dan mendapatkannya kembali. Sebagaimana yang kita renungkan kemarin, Tuhan Allah yang penuh kasih tetap menerima baik pertobatan setiap orang. Sebab pertobatan itu menarik perhatian Allah, dan menyenangkan hatiNya; pertobatan mereka itu bagaikan 'ditemukannya kembali seekor domba yang tersesat yang mendatangkan kegembiraan yang luar biasa dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat'. Mereka menjadi yang terbesar, karena memang pertobatan mereka membuat sukacita yang lebih hebat lagi di dalam Kerajaan Surga.

Orang yang meratap dan mengeluh saja kepada Tuhan sudah mendapatkan pertolonganNya, sebagaimana diceritakan dalam bacaan pertama tadi. Keluhan mereka menandakan kebutuhan mereka akan pertolongan Tuhan. 'Berjalanlah dari tengah-tengah kota, yaitu Yerusalem dan tulislah huruf  T pada dahi orang-orang yang berkeluh kesah karena segala perbuatan-perbuatan keji yang dilakukan di sana. Orang-orang tua, teruna-teruna dan dara-dara, anak-anak kecil dan perempuan-perempuan, bunuh dan musnahkan! Tetapi semua orang yang ditandai dengan huruf  T itu, jangan singgung!'. Mereka yang bertobat mendapatkan perlakuan khusus daripadaNya.

Keberanian kita untuk memberitahu kesalahan kepada saudara kita guna membaharui dia, sungguh-sungguh adalah kemauan Tuhan. Yesus meneguhkan: 'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga'. Betapa luhurnya mengingatkan seseorang yang jatuh dalam kesalahan dan dosa.

Seseorang yang jatuh dalam dosa, tak jarang selalu menjauhkan diri dari komunitas, di mana dia tinggal bersama; ajakan Yesus untuk menegur seseorang yang jatuh dalam dosa atau kesalahan adalah kehendak Allah, agar kita selalu bersatu padu dan utuh, sebab 'Bapa di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang' (Mat 18: 14). Itulah yang kita renungkan kemarin. Sekali lagi Yesus meneguhkan kita: 'Aku berkata kepadamu: jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka'.

  

 

Oratio :

 

Ya Tuhan Yesus, kami enggan dan bahkan takut untuk menegur sesama kami. Kami tidak ingin relasi kami rusak karena tindakan kami. Namun tetap kami mohon kepadaMu, ya Tuhan, agar Engkau membuat kami semakin bijak dalam menyapa dan menegur sesama kami, yang semuanya itu kami persembahkan untukMu sendiri.

Yesus, buatlah kami juga menjadi pribadi yang mudah untuk diperbaiki dan diperbahrui, agar sesama kami dapat menyapa dan menyempurnakan hidup kami ini. Amin.

 

 

Contemplatio :

'Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata'.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening