Sabtu Pekan Biasa XVII, 4 Agustus 2012


Yer 26: 11-16  +  Mzm 69  +  Mat 14: 1-12

 

 

  

Lectio

 

Pada masa itu sampailah berita-berita tentang Yesus kepada Herodes, raja wilayah. Lalu ia berkata kepada pegawai-pegawainya: "Inilah Yohanes Pembaptis; ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya."

Sebab memang Herodes telah menyuruh menangkap Yohanes, membelenggunya dan memenjarakannya, berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya. Karena Yohanes pernah menegornya, katanya: "Tidak halal engkau mengambil Herodias!" Herodes ingin membunuhnya, tetapi ia takut akan orang banyak yang memandang Yohanes sebagai nabi. Tetapi pada hari ulang tahun Herodes, menarilah anak perempuan Herodias di tengah-tengah mereka dan menyukakan hati Herodes, sehingga Herodes bersumpah akan memberikan kepadanya apa saja yang dimintanya. Maka setelah dihasut oleh ibunya, anak perempuan itu berkata: "Berikanlah aku di sini kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam." Lalu sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya diperintahkannya juga untuk memberikannya. Disuruhnya memenggal kepala Yohanes di penjara dan kepala Yohanes itu pun dibawa orang di sebuah talam, lalu diberikan kepada gadis itu dan ia membawanya kepada ibunya.

Kemudian datanglah murid-murid Yohanes Pembaptis mengambil mayatnya dan menguburkannya. Lalu pergilah mereka memberitahukannya kepada Yesus.

 

 

Meditatio:

'Orang ini patut mendapat hukuman mati, sebab ia telah bernubuat tentang kota ini, seperti yang kamu dengar dengan telingamu sendiri'.

Begitulah resiko orang-orang yang mewartakan kebenaran. Itulah teriakan nada tinggi yang disampaikan orang-orang Israel kepada Yeremia; dan Yeremia tidak gentar menghadapinya. Dia tidak membela diri, malahan dengan berani dia berkata: 'perbaikilah tingkah langkahmu dan perbuatanmu, dan dengarkanlah suara TUHAN, Allahmu, sehingga TUHAN menyesal akan malapetaka yang diancamkan-Nya atas kamu. Sesungguhnya, aku ada di tanganmu, perbuatlah kepadaku apa yang baik dan benar di matamu. Hanya ketahuilah sungguh-sungguh, bahwa jika kamu membunuh aku, maka kamu mendatangkan darah orang yang tak bersalah atas kamu dan atas kota ini dan penduduknya, sebab TUHAN benar-benar mengutus aku kepadamu untuk menyampaikan segala perkataan ini kepadamu'.

'Tidak halal engkau mengambil Herodias!'.

Kata-kata inilah juga yang harus diucapkan Yohanes dalam menyampaikan kebenaran. Kata-kata kebenaran inilah yang membawa nasib yang hampir sama dengan Yeremia, sebagaimana diutarakan dalam bacaan pertama tadi. Hampir sama,  karena para pemuka dan seluruh rakyat, juga Ahikam bin Safan, membela Yeremia: 'orang ini tidak patut mendapat hukuman mati, sebab ia telah berbicara kepada kita demi nama TUHAN, Allah kita', Yeremia dibiarkan hidup; tetapi tidaklah demikian dengan Herodes, yang termakan oleh sumpahnya sendiri, dan yang takut luntur martabatnya di hadapan tamu-tamunya, maka diperintahkannya juga untuk memberikan kepala Yohanes kepada gadis, anak perempuan Herodias, yang kemudian ia membawanya kepada ibunya.

'Dia adalah Yohanes Pembaptis; ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya'.

Inilah pengakuan Herodes tentang pribadi Yesus; dan hanya kita yang mampu membenarkan pernyataan Herodes ini, bukan untuk membenarkan sikap dan tindakan Herodes, melainkan pada isi pengakuannya tentang Yesus. Yesus memang akan mengalami kematian, bukan untuk tenggelam dalam kubur, melainkan untuk bangkit dan hidup demi keselamatan umatNya. Yesus lebih agung dan mulia daripada Yohanes, dan Yohanes sendiri menyadarinya: 'Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak' (Luk 3: 16).

Kiranya harus siap sedia menyatakan kebenaran, sebagaimana dicontohkan Yeremia dan Yohanes.

Kiranya kita berani mengutamakan kebenaran, yang menyelamatkan dan bukannya harga diri, sebagaimana dilakukan Herodes.

Kiranya kita menjadi ibu yang mempunyai hati, dan bukan seperti Herodias.

 

 

 

Oratio :

 

Yesus Kristus, terangilah kami dengan Roh kebijaksanaanMu, agar kami menjadi orang yang bijak dalam memilih yang terbaik dalam hidup ini, yakni yang mendatangkan kehidupan dan keselamatan.

Ya Tuhan, limpahkan berkatMu secara istimewa bagi keluarga-keluarga muda, agar semakin bijak dalam hidup. 

Santo Yohanes Maria Vianney doakanlah kami. Amin.

 

 

 

Contemplatio :

Jadilah saksi Kristus.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening