Sabtu Pekan Biasa XVIII, 11 Agustus 2012

Hab 1:12 – 2:4  +  Mzm 9  +  Mat 17: 14-20

 

 

 

Lectio

 

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya kembali kepada orang banyak itu, datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah, katanya: "Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air. Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya."

Maka kata Yesus: "Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!". Dengan keras Yesus menegor dia, lalu keluarlah setan itu dari padanya dan anak itu pun sembuh seketika itu juga.

Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: "Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?" Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, -- maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.

 

 

Meditatio:

'Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air. Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya'.

Apakah setiap permintaan kita itu selalu menyenangkan hati Tuhan? Saya teringat akan pengalaman perempuan Kanaan (Mat 15: 21-28), yang kita renungkan hari Rabu kemarin. Yesus tidak langsung mengabulkan permohonannya, malahan sempat menegur-nya terlebih dahulu. Demikian juga hari ini, Yesus menanggapi seseorang yang datang dan memohon kepadaNya, kataNya: 'hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!'. Orang ini sudah berani datang, tetapi masih ditegur, karena ketidakpercayaannya dan sesat hatinya. Sejauhmana ketidakpercayaan mereka, sejauhmana kesesatan mereka, kita tidak tahu memang. Apakah teguran itu memang sengaja dialamatkan melalui orang ini, guna menegur orang-orang lain yang mengikuti, tetapi tidak percaya kepadaNya?

Kemurahanhati dan belaskasihNya tidak menutup kemungkinan seseorang mendapatkan teguran daripadaNya. Dengan keras Yesus menegor dia, lalu keluarlah setan itu dari padanya dan anak itu pun sembuh seketika itu juga. Itulah yang dialami oleh seseorang yang datang kepada Yesus meminta kesembuhan bagi anaknya.

'Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?'.

Inilah persoalan yang ditanyakan murid-murid kepada Yesus, ketika mereka sendirian dengan Dia. 'Karena kamu kurang percaya!', sahut Yesus kepada para muridNya. Ketidakpercayaan juga mampu menggerayangi oran-orang yang telah dipilihNya. Anak orang itu bisa disembuhkan, dan semua yang indah dan mulia, bisa terjadi dalam diri setiap orang. 'Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!' (Mrk 9: 23). Para murid tidak dapat mengusir setan itu, karena mereka sendiri kurang percaya. 'Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: pindah dari tempat ini ke sana, -- maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu'. Segala yang indah bisa terjadi pada diri orang yang percaya, bila hanya mengandalkan Tuhan sang Empunya kehidupan.

TUHAN bersabda: 'tuliskanlah penglihatan itu dan ukirkanlah itu pada loh-loh, supaya orang sambil lalu dapat membacanya. Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh. Sesungguhnya, orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya'. Inilah sabda Tuhan yang disampaikan kepada kita melalui Habakuk dalam bacaan pertama tadi. Iman kepercayaan memang selalu mengundang perhatian dan belaskasih Tuhan.

 

 

 

 

Oratio :

 

Ya Tuhan Yesus, Engkau menghendaki agar kami semakin hari semakin percaya kepadaMu. Kepercayaan dan keberserahan diri kepadaMu sungguh-sungguh membahagiakan hidup kami, sebab dengan iman kepadaMu, hidup kami semakin terasa indah dan menyenangkan.

Santa Klara doakanlah kami ini. Amin.

 

 

Contemplatio :

'Karena kamu kurang percaya!'.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018

Selasa XXX, 26 Oktober 2010