Sabtu Pekan Biasa XXI, 1September 2012


1Kor 1: 26-30  +  Mzm 33  +  Mat 25: 14-30



Lectio:

Suatu hari bersabdalah Yesus: "Hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat. Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta. Hamba yang menerima dua talenta itupun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta. Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya. 

Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka. Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. 

Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam. Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan! Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam? Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya. Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. 

Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."



Meditatio:

Kerajaan surga itu bukankah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus (Rom 14: 17); dan ini mengandaikan adanya usaha yang begitu kuat. Ada kemauan, ada kehendak untuk mendapatkannya, malahan seseorang harus berani memberikan dirinya untuk mendapatkan mutiara yang indah (lih Mat 13: 46), memperoleh sesuatu yang indah dalam hidupnya.

Hari ini dilukiskan kembali dengan orang-orang yang mendapatkan bagian talenta, yang memang diberikan kepada masing-masing orang, sesuai dengan kemampuannya. Ada yang mendapatkan banyak, ada yang mendapatkan sedikit. Ada yang menanggapi, ada yang tidak mau menanggapinya. Mereka yang menanggapinya dengan positif, yakni dengan berani berjuang untuk mengembangkan hidupnya, beroleh berkat berkat dan rahmatNya, 'setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan'. Kemauan seseorang untuk berjuang dan berjuang mendatangkan banyak rahmat dan rezeki, walau memang dia sudah memilikinya secara berlimpah. Dia akan mendapatkan dan mendapatkan. Sebaliknya, mereka, yang acuh tak acuh dalam hidupnya, akan mengalami kerugian yang hebat, 'barangsiapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya; dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi'. Keengganan seseorang untuk berusaha, terlebih dalam mendapatkan keselamatan hidup, akan merugikan diri sendiri, membuat dia semakin terpuruk dalam hidupnya; sekali lagi, terlebih dalam hal keselamatan hidup, dia sudah mengalami kematian sesungguhnya dalam keseharian hidupnya. 

Tak dapat disangkal memang, banyak orang dengan mudah mempersalahkan Tuhan Allah dalam keseharian hidupnya. Mengapa saya hanya menerima satu talenta, sedangkan teman-temanku yang lain lebih dari satu?  Tuhan, Engkau bagaikan seorang tuan yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam. Sebenarnya, kalau boleh dikatakan begitu, semuanya ini sungguh wajar dan amat kodrati. Hendaknya kita pahami. Semuanya itu ada di antara kita. Namun baiklah, semuanya itu kiranyanya tidak membuat kita tenggelam dalam keberadaan sekarang ini dan di sini. Kita harus berani melangkahkan kaki  ke depan dan memandang hari esok. Aku berdoa bagi mereka ya Bapa (Yoh 17: 9.20). Yesus tidak membiarkan kita sendirian. Yesus mendoakan kita dan selalu mendampingi kita (Mat 28: 20). Talenta yang diberikan kepada kita adalah bukti nyata bahwa Dia selalu mendampingi kita umatNya.

Segala yang indah dan baik berasal dari atas, diberikanNya kepada kita (Yak 1: 17). Kiranya kita semua, yang boleh menikmati melimpahkan kasihNya, selalu berani melambungkan ucapan syukur kepadaNya. Kita nikmati dan kita syukuri segala yang baik dan indah ini. 'Jangan kita memegahkan diri di hadapan Allah', karena memang semua yang kita nikmati itu adalah pemberianNya. Kita adalah orang-orang yang hanya menikmatinya. Malahan hendaknya kita berani 'bermegah di dalam Tuhan', sebagaimana dikatakan Paulus dalam bacaan pertama tadi. Keberanian kita bersyukur juga akan meneguhkan banyak orang bahwa memang segala yang indah dan baik ini berasal dari Tuhan. Kita diberi kesempatan dan diberi kepercayaan untuk menikmati sembari mempertanggungjawabkannya di hadapan Dia sang Pemberi hidup ini. Keberanian kita bersyukur sekaligus meneguhkan setiap orang untuk berani mempertanggungjawabkan segala talenta yanga memang diberikan kepada setiap orang sesuai dengan kemampuannya masing-masing.



Oratio:

Ya Tuhan Yesus, kami bersyukur kepadaMu atas segala anugerahi yang Engkau berikan kepada kami. Engkau sendiri tidak memandang kami berdasar anugerah yang kami terima seturut kemampuan kami, Engkau hanya meminta kami untuk berani mempertanggungjawabkannya di hadapanMu. Ajarilah kami untuk mensyukuri segala pemberianMu itu dan menikmatinya dengan sebaik mungkin, karena memang Engkau memperhatikan kami.

Yesus berkatilah kami selalu, amin.



Contemplatio:

Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.









Oremus Inter Nos, 
Marilah kita saling mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening