Selasa Pekan Biasa XIX, 14 Agustus 2012



Yeh 2:9 – 3:4  +  Mzm 119  +  Mat 18: 1-5.10-14

 

 

 

Lectio

 

Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?"

Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.

Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu? Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat. Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang."

 

 

Meditatio:

'Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?"

Itulah pertanyaan para murid kepada Yesus. 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga'. Yesus tidak langsung menjawab pertanyaan mereka: siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga. Pertama-tama yang harus dimengerti dan diusahakan: siapakah yang masuk Kerajaan Surga; jangankan siapa dia yang terbesar, tetapi terlebih dahulu siapakah yang dapat masuk ke dalam Kerajaan Surga. Dan memang hanya orang-orang yang bertobat dan bersikap seperti anak kecillah yang dapat menikmati Kerajaan Surga; jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Lalu siapakah yang terbesar?

Pertama, 'barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga', tegas Yesus. Ketaatan, ketidakberdayaan dan keinginan untuk selalu didampingi inilah spiritualitas hidup anak kecil; dan inilah yang harus menjadi patrun hidup di hadirat Allah. Sikap yang mengandalkan kekuatan dari Allah inilah kuncinya, dan bukannya kekuatan diri sendiri dan merasa mampu melakukan segala-galanya dan bahkan merasa diri berjasa, bagi diri sendiri ataupun bagi orang lain. Orang yang terbesar dalam Kerajaan Surga adalah mereka yang sungguh-sungguh mengandalkan Allah sendiri sebagai sang kehidupan! Dia menjadi terbesar dalam Kerajaan Surga, karena dia bertopang pada Allah sendiri, dan Allah membentengi dia.

Tak dapat disangkal memang menghargai keberadaan anak-anak kecil, dan juga mereka yang tak berdaya, juga mendatangkan berkat bagi kita.  'Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Aku berkata kepadamu: ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga'.  Kenapa? Ingatlah pernyataan Yesus yang dikatakanNya dalam suatu kesempatan lain, yakni: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku' (Mat 25: 40). Tuhan Yesus secara sengaja hadir dalam diri mereka, dan bukannya orang-orang yang merasa diri hebat. Ini kemauan Yesus. Orang-orang, yang menyambut dan menghormati anak-anak kecil inilah, yang masuk dalam Kerajaan Surga; mereka adalah orang-orang, seperti kawanan domba, yang tinggal di sebelah kanan Raja.

Kedua, mereka yang sungguh-sungguh bertobat akan menjadi orang-orang yang terbesar dalam Kerajaan Surga. Sebab pertobatan itu menarik perhatian Allah, dan menyenangkan hatiNya; pertobatan mereka itu bagaikan 'ditemukannya kembali seekor domba yang tersesat yang mendatangkan kegembiraan yang luar biasa dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat'. Mereka menjadi yang terbesar, karena memang pertobatan mereka membuat sukacita yang hebat di dalam Kerajaan Surga. Inilah kenyataan surgawi yang mengundang semua orang untuk berani bertobat dan bertobat. Tidak ada alasan terlambat bagi setiap orang untuk mendapatkan keselamatan bersama Kristus.

Inilah persyaratan untuk menjadi orang-orang terbesar dalam Kerajaan Surga, dan inilah yang menjadi pesan Injil kepada kita hari ini hendaknya kita berani bertobat dan menjadi seperti anak kecil, agar dapat masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Kiranya pesan Injil ini menjadi milik kita, dan kita nikmati sungguh, sebagaimana dibahasakan secara puitis dalam bacaan pertama tadi: 'hai anak manusia, makanlah gulungan kitab yang Kuberikan ini kepadamu dan isilah perutmu dengan itu-, dan aku memakannya dan rasanya manis seperti madu dalam mulutku'. Sabda Tuhan hendaknya kita rasakan dan kita nikmati, tidak cukup kita dengarkan saja.

 

 

 

 

Oratio :

 

Yesus Kristus, Engkau mengingatkan kami akan kerinduan untuk  menikmati Kerajaan Surga. Buatlah kami mempunyai hati yang suka bertobat dan mendekatkan diri kepadaMu; demikian juga dalam pergaulan kami sehari-hari, pertobatan itu hendak kami tunjukkan dalam menghormati sesama, terlebih mereka yang lemah.

Santo Maria Kolbe, doakanlah kami. Amin.

 

 

 

Contemplatio :

'Barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga'.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018