Jumat dalam Pekan Biasa XXV, 28 September 2012


Pkh 3: 1-11  +  Mzm 144  +  Luk 9: 19-22




Lectio:

Pada suatu kali Yesus  bertanya kepada para murid : "Kata orang banyak, siapakah Aku ini?" Jawab mereka: "Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit." Yesus bertanya kepada mereka: "Menurut kamu, siapakah Aku ini?" Jawab Petrus: "Mesias dari Allah."  Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapapun. Dan Yesus berkata: "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga."




Meditatio:

'Menurut kamu, siapakah Aku ini?'

Yohanes Pembaptis dan Elia adalah dua nama terkenal yang dikenakan banyak orang kepada Yesus. Mengapa mereka mengenakan kedua nama tokoh besar itu? Mereka kenakan kedua nama itu, karena mereka memang bangga akan kedua tokoh Perjanjian Lama dan Baru ini. Mereka merindukan kehadiran kembali kedua tokoh besar ini, dan mereka melihat dalam diri Yesus kehebatan dan keagungan yang dimiliki mereka. 'Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa' (Luk 4: 32); 'mereka takjub dan tercengang, karena Dia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata' (Mrk 7: 37). Mereka menjumpai Diri seorang Yesus yang begitu hebat, dan bahkan  melebihi kedua tokoh besar ini. Dia mungkin adalah 'seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit'.

'Menurut kamu, siapakah Aku ini?', tegas Yesus. Apakah pengenalan mereka juga tidak ubahnya dengan dengan pengetahuan banyak orang? Bukankah mereka para murid selalu berkumpul setiap hari dengan Yesus, sang Guru? 'Apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian?' (Mat 5:47). Kalau pengenalan kita akan Allah tak berbeda jauh dari pengenalan kita sebelum mengenal Kristus, apakah upahmu? Bagaimana pengenalan mereka terhadapKu, itulah yang diminta Yesus dari mereka. 

Engkau adalah'Mesias dari Allah', sahut Petrus. Petrus mengenal secara istimewa. Pengenalan Petrus begitu hebat. Pengenalanya itu benar, tetapi 'Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapapun'. Yesus meminta setiap orang untuk semakin mengenal diriNya dengan tepat dan benar seturut pergaulannya dengan diriNya; lagi pula dengan menegaskan permintaanNya ini, karena Yesus tahu benar bahwa tugas perutusanNya belum selesai. Tugas perutusan sebagai Mesias akan terpenuhi ketika Dia ditinggikan di kayu salib, yang menarik semua orang datang kepadaNya (Yoh 12: 32). Karena itulah, setelah Petrus menyatakan iman yang benar, Yesus langsung menambahkan: 'Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga'. Mengakui Yesus sebagai Mesias memang harus berani menerima cara hidup Yesus, yang harus melalui padang gurun dan malam gelap, yakni mengalami banyak penderitaan, ditolak oleh bangsaNya, bahkan harus mati dibunuh.

Pengenalan kita akan Kristus hari demi hari kiranya juga semakin mendalam. Kita yang setiap hari mempunyai kesempatan untuk berdoa dan mendengarkan sabdaNya, kita yang beroleh aneka rahmat dan karuniaNya, diandaikan semakin mengenal dan akrab dengan kehadiranNya, terlebih bila menghadapi aneka kesulitan dan tantangan, kesusahan dan kemelaratan, sakit dan ketidakberdayaan diri. Kita tidak berhenti sebagai pendengar-pendengar sabda, melainkan juga pelaksana-pelaksana sabdaNya. Hanya orang-orang yang melaksanakan sabda dan kehendakNya semakin mengenal Dia, karena dengan melakukan kehendakNya berarti seseorang membiarkan Kristus hidup dalam dirinya, membiarkan dirinya dipimpin dan dikuasai oleh Roh Kristus.




Oratio:

Ya Yesus, Engakaulah Mesias, Putera Allah yang hidup. Semoga pengakuan kami ini tidak sebatas pada bibir dan mulut kami, melainkan benar-benar keluar dari hati kami yang terdalam.

Yesus semangatilah kami selalu dalam mengikuti Engkau terlebih bila menghadapi aneka hal yang tidak menyenangkan diri kami. Yesus, bantulah kami yang lemah ini.




Contemplatio:

Engkaulah Mesias, Putera Allah yang hidup.












Oremus Inter Nos, 
Marilah kita saling mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening