Kamis dalam Pekan Biasa XXIV, 20 September 2012


1Kor 15: 1-11  +  Mzm 118  +  Luk 7: 36-50




Lectio:

Suatu hari seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan. 

Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi. Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu. 

Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: "Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa." 

Lalu Yesus berkata kepadanya: "Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu." Sahut Simon: "Katakanlah, Guru." Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh. Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?" Jawab Simon: "Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya." 

Kata Yesus kepadanya: "Betul pendapatmu itu." Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: "Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya. Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku. Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi. Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih." 

Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: "Dosamu telah diampuni." Dan mereka, yang duduk makan bersama Dia, berpikir dalam hati mereka: "Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?" Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: "Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!" 




Meditatio:

              Ketika Yesus datang makan di rumah orang Farisi, ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Dia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi. Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu. 

Gemparlah orang-orang yang ada di situ. Seorang guru besar membiarkan diri dilayani secara istimewa oleh seorang perempuan berdosa. 'Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa', gerutu si pemilih rumah itu. Apakah Yesus tidak mengetahui siapakah dia? Kenapa Yesus membiarkan dirinya bertindak semacam itu? Kenapa Yesus tidak menegur dia? Tak tahu diri, itulah komentar kita mungkin, bila berhadapan dengan peristiwa semacam itu.

Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh. Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia? Inilah pertanyaan Yesus yang menantang kita semua. 'Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya', sahut Simon, yang memang amat mudah dipahami perumpamaan yang disampaikanNya itu.

Dan inilah yang dilakukan perempuan ini dengan  'membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya, dan mencium kaki-Ku, serta meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi'. Itu semua tidak engkau lakukan. Perempuan ini telah melakukan semuanya itu, karena 'dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih', dan juga sebaliknya 'orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih'. Berbagi kasih ternyata mendatangkan rahmat dan berkat tersendiri bagi orang-orang yang berani melakukannya. Mereka menjadi saluran berkat bagi sesamanya.

Ternyata  semua orang membenarkan pernyataan Yesus tadi. Mereka memahami sungguh apa yang dilakukan perempuan tadi, dan mengapa Yesus membiarkan perempuan itu bertindak semacam itu. Tindakan Yesus sungguh-sungguh bijak dan menyelamatkan orang lain, dan tidaklah seperti dibayangkan seorang Farisi tadi; walau mereka kaget dan terhenyak, ketika Yesus berkata kepada perempuan itu: 'dosamu telah diampuni', sebab 'siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?'. Bukankah hanya Tuhan Allah sang Empunya kehidupan yang berkuasa mengampuni dosa seluruh umatNya? Bukankah hanya Allah yang maharahim yang mampu menyelamatkan umat manusia? Yesus mengetahui pikiran mereka, dan membenarkan mereka dengan mengatakan kepada perempuan itu: 'imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!'.




Kiranya kita bukanlah orang-orang yang sama dengan orang Farisi tadi yang begitu mudah menghakimi orang lain, bahkan menghakimi Tuhan Yesus, 'kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya', seperti kata Paulus dalam bacaan pertama tadi. Sebab memang kita adalah orang-orang yang diselamatkan berkat pewartaan Injil Allah. Malahan sebaliknya Paulus  mengingatkan kita untuk terus berani bekerja keras berbagi kasih atas karunia yang telah dilimpahkan kepada kita. Dia telah memberikan kepadaku sagala yang indah, maka aku pun juga berani membagikannya kepada sesamaku. Keberanian berbagi kasih akan mendatangkan rahmat istimewa bagi semua orang yang melakukannya.




Oratio:

Ya Yesus, ajarilah kami untuk berani menerima orang lain yang hendak bertobat dan datang kepadaMu. Sebagaimana Engkau yang selalu bertindak bijak dan penuh belaskasih, demikian pula bantulah kami untuk meneladani Engkau. Semoga kami pun tidak gentar dalam berbagi kasih.

Santo Kim Taegon dan Chong Hasang, doakanalah kami dalam meneladani engkau mewartakan sabda Tuhan. Amin.




Contemplatio:

"Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!" 











Oremus Inter Nos, 
Marilah kita saling mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening