Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria, 8 September 2012



Rom 8: 28-30  +  Mzm 13  +  Mat 1: 18-23

 

 

 

 

Lectio:

 

Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.

Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" -- yang berarti: Allah menyertai kita.

 

 

Meditatio:

 

'Mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah, dipilihNya. Semua orang yang dipilih-Nya, juga ditentukan-Nya; dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya'.

Dari pernyataan Paulus ini, sebagaimana dikutip dalam bacaan pertama, tampak sekali bahwa Allah mempersiapkan segala sesuatu. Allah mempunyai program. Allah tidak kerja sembarangan, tanpa rencana. Allah menentukan segala-gala dari semula. Tampak sekali bahwa karya penyelamatan itu dilakukan secara bertahap, mengikuti perkembangan sejarah manusia. Allah menghormati perjalanan waktu yang ditempuh anak-anak manusia.

Gereja amat menghormati Maria, bunda Yesus, karena memang dia berperan dalam karya penyelamatan ilahi. Pesta kelahiran Maria mengajak kita:  betapa besar kasih Allah kepada umatNya. Dia selalu memberikan yang terbaik bagi umatNya; yang semuanya disalurkan dalam perjalanan umatNya dari waktu ke waktu. Allah merencanaklan segala sesuatu, dan melibatkan Maria ambil bagian di dalamnya secara istimewa. Inilah alasan Gereja menaruh hormat secara mulia juga kepada Maria, sang bunda.

Namun begitu, rencana dan program Allah tidak boleh kita mengerti sebagai takdir, sebagaimana seringkali dikatakan banyak orang. Tidak ada takdir dalam beriman kepada Kristus. Maria adalah orang yang dari semula dipanggil, ditentukan dan dipilihNya, tetapi dia tetap tidak mematikan kreatifitas yang dimilikinya untuk menggunakan akal budi dan kehendak bebas yang memang ditanam oleh Tuhan semenjak semula. 'Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?' (Luk 1: 34), tanya Maria, ketika menerima kabar sukacita. Maria masih berpikir kritis dalam menanggapi sabda dan kehendak Tuhan. Maria ingin, dalam menjawabi panggilan Tuhan, seluruh jiwa raga, hati dan budi terlibat sepenuhnya. Kemauan adalah seluruh hidup! Dan itulah yang dilakukan Maria: 'aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu' (Luk 1: 38). Maria menjawabinya, bukan hanya dengan mulut manis, melainkan dengan hati dan budinya.

Maria harus menyambut Dia dengan seluruh hati dan budi, jiwa dan raganya, karena memang dia akan menerima Sabda yang menjadi Manusia. Maria menerima Yesus Tuhan secara utuh. Dia akan mengandung, 'dan anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki, Yesus, NamaNya,  karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka', sebagaimana disampaikan malaikat kepada Yusuf dalam Injil hari ini.

Menikmati panggilan dan keterpilihan kita sebagai umatNya berarti kita melakukan kehendakNya sendiri. Kita 'dibenarkan-Nya, dan kelak juga dimuliakan-Nya'. Sungguh luhur dan mulia anugerahNya ini. Amat baiklah, kalau kita berani terus menikmatinya. Pesta kelahiran Maria mengajak kita bersikap seperti Maria: menikmati segala yang indah yang ditentukan oleh Tuhan bagi dirinya, dan menanggapi kemauan baik Allah itu dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap akal budi. Allah pasti mempunyai rencana yang indah dalam hidup kita.

 

 

 

Oratio:

 

Yesus, kami bersyukur kepadaMu, karena Engkau telah memanggil dan memanggil kami. Ajarilah kami mempunyai jiwa yang taat dan setia akan panggilanMu, karena memang Engkau memanggil kami hanya untuk menyelamatkan kami.

Ya Maria, engkau adalah seorang terpilih. Engkau dengan setia menikmatinya. Doakanlah kami, ya Maria, agar kami dapat menjadi orang-orang yang setia seperti engkau. Amin.

 

 

 Contemplatio:

 

'Aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu'.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening