Pesta Salib Suci, 14 September 2012


Fil 2: 6-11  +  Mzm 78  +  Yoh 3: 13-17





Lectio:

Yesus bersabda: 'tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia. Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. 




Meditatio:

'Sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal'.

Inilah penegasaan Yesus akan tugas perutusanNya. Sama seperti semua orang Israel tetap hidup dari patukan ular berbisa, setelah memandang ular tembaga, demikian juga kita semua akan beroleh keselamatan hidup kekal, bila percaya kepadaNya, sang Anak Manusia, yang ditinggikan di kayu salib.   'Sebab apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku', tegas Yesus sendiri. Semuanya akan dilakukan Yesus, pada waktu Dia ditinggikan dari bumi, karena memang itulah kehendak Allah. 'Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia'. Penyaliban Yesus Kristus tidaklah berarti Dia dibunuh dan dimatikan, sebagaimana seringkali diartikan banyak orang. Salib, bagi Yesus, memang dipanggulNya, dan Dia menyerahkan nyawaNya di salib, guna menjadi tebusan bagi seluruh umat manusia.

Penyaliban Yesus bukanlah kekalahan. Penyaliban Yesus adalah kesengajaan Allah untuk 'memberikan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal'.  Sulit dimengerti memang: Allah disalibkan. Namun sungguh wajar dan mulia, bila memang Tuhan Yesus, Allah yang menjadi manusia itu dimuliakan di kayu salib. 'Sungguh besar kasih Allah akan dunia ini'.

Allah dimuliakan, bukannya di tempat yang gegap gempita, penuh sorak-sorai dan pujian, bukan pula di atas gunung yang menampakkan keagungan ciptaanNya, ataupun di kenisahNya yang kudus dan semarak mulia, melainkan di kayu salib, di kayu hina. Tak dapat disangkal memang, bahwa mereka yang disalibkan adalah orang-orang yang hina dan terkutuk. Namun kini Allah dimuliakan di kayu salib. Salib yang adalah tanda penghinaan, kini menjadi tanda kemuliaan dan kejayaan abadi, berkat Kristus Tuhan.

Hari adalah pesta Salib Suci. Hari ini salib didirikan untuk memuliakan sang Penebus. Salib diangkat dan didirikan, dan dibiarkan digunakan oleh Allah untuk menyelamatkan seluruh umat manusia. Hari ini salib didirikan dan diangkat menjadi tanda suci dan mulia. Dia dahulu yang hina, hari ini dijadikan luhur dan mulia, karena Yesus Kristus. Salib itu mulia, karena Kristus. Dia 'yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.  Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!'.

Dalam tradisi Karmel, pesta Salib Suci adalah permulaan hari pantang dan puasa, karena mulai hari ini semua orang diajak belajar dan memperdalam  kerinduan hati untuk dimuliakan bersama Kristus. Ingin dimuliakan bersama Kristus mau tidak mau harus berani dimuliakan di salib.





Oratio:

Ya Tuhan Yesus, hari ini kami memuliakan pengangkatan salibMu menjadi kenisahMu yang kudus dan mulia, tempat kehadiranMu sendiri. Engkau malahan mengundang kami untuk menikmati kemuliaanMu. Teguhkanlah hati kami, ya Yesus, agar kami berani datang ke salibMu dan menikmati keselamatan yang berasal daripadaMu.

Yesus, doakanlah kami seluruh umatMu agar semakin banyak orang percaya kepadaMu dan beroleh keselamatan. Amin.



Salib suci nan mulia
Kayu paling utama 
tiada yang menandingi
daun buah bunganya
Kayu paku bahagia
memangku pangkal hidup.





Contemplatio:

'Setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal'.













Oremus Inter Nos, 
Marilah kita saling mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening