Pesta Santa Teresia Kecil, 1 Oktober 2012


1Kor 12:31 - 13:13  +  Mzm 131  +  Mat 18: 1-5.10




Lectio:

Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?" Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga".




Meditatio:

'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga'.

Inilah jawaban Yesus terhadap pertanyaan para murid: 'siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?'.  Yesus tidak langsung menjawab pertanyaan mereka memang. Bukan siapa yang terbesar, tetapi siapakah yang akan masuk dalam Kerajaan Surga. Jangankan menjadi yang terbesar dalam KerajaanNya, tentunya terlebih dahulu siapakah yang akan masuk Kerajaan Surga. Bertobat menjadi syarat pertama dan utama untuk masuk Kerajaan Surga? Ya benar. Ini berarti Kerajaan Surga terbuka bagi setiap orang, tanpa terkecuali; siapapun dapat menikmati Kerajaan Surga, asal dia berani bertobat dan bertobat. Tuhan tidak memperhitungkan asal usul, latar-belakang pribadi dan predikat seseorang. Hari ini bertobat hari ini boleh menikmati KerajaanNya (Luk 23: 42-43). 

Menjadi anak kecil juga menjadi persyaratan masuk dalam Kerajaan Surga, karena sikap anak kecil yang taat dan berani meminta tolong dari orang lain yang ada di dekatnya. Kebergantungan anak kecil kepada orang lain menjadi patrun dalam berhadapan dengan Allah. Kerinduan akan Kerajaan Surga tentunya mengajak kita untuk berani taat dan setia memohon bantuan dan pendampingan sang Empunya Kerajaan, sehingga hidupnya selalu terarah kepada cita-cita dan kerinduan hati, yakni masuk dalam KerajaanNya, dalam hadiratNya yang kudus.

Menjadi anak kecil berarti seseorang diajak untuk berani merendahkan diri. Barangsiapa merendahkan diri akan ditinggikan. Inilah permintaan Yesus, dan hari ini juga ditegaskan: 'barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga'. Pertobatan menjadi prasyarat utama bagi seseorang untuk masuk dalam Kerajaan Surga, dan mereka yang sudah terbiasa dalam bersikap seperti Yesus, yang merendahkan diri sampai mati, mati di kayu salib (Fil 2: 8), akan menjadi terbesar dalam Kerajaan Surga. Hanya dengan bertobat, setiap orang akan menikmati Kerajaan Surga, dan mereka yang terbiasa merendahkan diri seperti anak kecil, dia akan menjadi terbesar dalam KerajaanNya; dan sepertinya tidak bisa terpenuhi hanya dengan permintaan (Mat 20: 21.23).

Menjadi anak kecil berarti juga berani menerima dan menghormati anak kecil, sebab dengan menerima mereka, kita harus berani melayani dan memperhatikan mereka. Dan inilah jaminannya: 'barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku', tegas Yesus. Sebab apa yang kamu lakukan untuk saudaraKu yang hina, engkau telah melakukannya untuk Aku (Mat 25: 40). Anak-anak kecil adalah orang-orang yang lemah dan tak berdaya. Yesus memberi peringatan, agar kita setia memperhatikan dan melayani anak-anak, dan bukannya menelantarkan mereka, sebab 'malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga'.

Menjadi seperti anak kecil inilah, yang dihayati secara istimewa oleh santa Teresia dari Kanak-Kanak Yesus, atau Teresia Kecil, atau Teresia Lisieux. Keberundukan Teresia kepada Allah, yang dilihat dan dirasakan sendiri sebagai Ayahnya, membuat dia layak selalu berdiri di hadapanNya. Panggilanku adalah cinta, inilah semangat Teresia, sebagaimana dikutipnya dari surat pertama Paulus kepada umat di Korintus: sekalipun aku dapat melakukan segala sesuatu, yang luhur dan mulia, tetapi bila tanpa cinta, semua adalah sia-sia.




Oratio:

Ya Tuhan Yesus, kuasailah kami dengan cintaMu, sebagaimana yang Engkau berikan kepada Teresia Kecil. Semoga semangat kerendahan hati semakin hari semakin menjiwai hidup kami, sehingga pada akhirnya kami kelak boleh tinggal dalam rumahMu yang kudus, yakni Kerajaan Surga, sebagaimana telah dinikmati oleh santa Teresia Kecil.

Santa Teresia Kecil, doakanlah kami selalu. Amin.




Contemplatio:

Panggilanku adalah cinta.











Oremus Inter Nos, 
Marilah kita saling mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening