Selasa Biasa XXIII, 11 September 2012


1Kor 6: 1-6  +  Mzm 149  +  Luk 6: 12-19




Lectio:

Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul: Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus, Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat. 

Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon. Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan.  Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya.




Meditatio:

'Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul: Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus, Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat',

Yesus berdoa semalam-malaman di bukit. Mengapa Yesus berdoa di bukit? Mengapa tidak di dalam kenisah, bukankah Dia harus selalu berada di rumah BapaNya? (Luk 2: 49) Mengapa Yesus harus berdoa semalam-malaman, bukankah Dia selalu ada bersama Bapa, dan Bapa ada bersama dengan Dia? Apakah Yesus ingin menunjukkan kemanusiaanNya yang memang amat bergantung kepada Bapa di surga? Doa apa yang diucapkan Yesus? Apakah dalam doaNya, Yesus menggunakan bahasa roh?

Apakah semua yang dilakukan di atas bukit hanya sebagai persiapan Yesus untuk memilih keduabelas rasulNya? Apakah jumlah dua belas itu mengikuti tradisi Yahudi, yang mempunyai dua belas suku Israel? Mengapa yang dipilihNya itu laki-laki? Apakah karena Yesus hidup dalam dunia patriakal? Mengapa Yesus tidak berani membuat gertakan dengan memilih beberapa orang perempuan sebagai rasul-rasulNya? Bukankah Yesus selalu berani membuat yang baru dalam hidup bersama? Kenapa yang dipilihNya, yakni para rasul itu, ternyata bukan orang-orang yang baik dan suci, setia dan taat? Bukanlah ada Petrus yang emosional, ada Yakobus dan Yohanes yang minta duduk di sebelah kanan dan kirinya kelak, ada juga orang Zelot, dan bahkan Yudas Iskariot yang kelak mengkhianatiNya?




'Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon. Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan.  Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya'.

Yesus datang di tengah-tengah orang yang membutuhkan, sekaligus Yesus datang kepada orang-orang yang memberikan diri kepadaNya. Ada yang ingin mendengarkan pengajaranNya, ada yang ingin disembuhkan, ada yang ingin mendapatkan kelepasan dari kuasa jahat; semuanya ingin menjamah Dia, karena dari diri Yesus memancarkan kuasa illahi yang hebat dan memberi kehidupan baru.

Kedua peristiwa di atas memberi pembelajaran kepada kita, bahwasanya relasi bersama Kristus adalah relasi saling memberi atau mutualisme; hanya saja bedanya: kita mendapatkan banyak hal yang indah dan mulia daripadaNya, tetapi Yesus hanya menerima pemberian diri kita. Yesus tidak menerima hadiah atau kebaikan dan jasa yang bisa kita lakukan, karena memang Dia sudah sempurna adaNya. Dia hanya menerima pemberian diri kita, yang menjadi tempat pemberianNya dan bahkan kehadiranNya sendiri. Yesus membutuhkan pemberian diri kita, bukan untuk diriNya sendiri, melainkan sebagai wadah pemberian Allah bagi diri kita. Kita diminta memberi diri, agar kita dapat menerima pemberian daripadaNya.

Paulus dalam bacaan pertama mengingatkan: 'kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita'. Kiranya apa yang dikatakan Paulus ini bukanlah sebuah rumusan, melainkan sungguh-sungguh penegasan dan pengingat bagi kita semua bahwa kita telah menjadi milik Allah berkat Kristus Yesus. Kita serahkan diri kita kepada Allah, agar kita beroleh segala pemberian yang sudah direncanakanNya kepada kita.




Oratio:

Ya Tuhan Yesus, Engkau telah memilih para rasul sebagai soko guru Gereja, bahkan Engkau pun telah memilih kami menjadi saudara dan saudariMu sendiri. Ajarilah kami ya Yesus untuk selalu menikmati keterpilihan diri kami, agar kami menikmati keselamatanMu, yakni terlebih kehidupan kekal.

Yesus teguhkanlah saudara-saudari kami yang lemah imannya, agar segera kembali kepadaMu. Amin.




Contemplatio:

Inilah saudara dan saudariKu, yakni mereka yang melakukan kehendak Bapa di surga.









Oremus Inter Nos, 
Marilah kita saling mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening