Selasa dalam Pekan Biasa XXIV, 18 September 2012


1Kor 12: 12-14  +  Mzm 100  +  Luk 7: 11-17




Lectio:

Suatu hari Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong. Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu. Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: "Jangan menangis!" Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: "Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!" Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya. 

Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: "Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita," dan "Allah telah melawat umat-Nya." Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya. 



Meditatio:

'Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita," dan "Allah telah melawat umat-Nya'.

Itulah komentar banyak orang, ketika Yesus menghidupkan kembali seorang pemuda di Nain. Oleh karena belaskasihNya Yesus menghidupkan kembali anak muda itu, dan menyerahkannya kembali anak itu kepada ibunya. Yesus menyerahkan anak itu kepada ibunya, karena sepertinya anak itu menjadi tumpuan dan harapan dari seorang ibu yang sudah janda itu, atau mungkin anak muda itu masih menjadi tanggungjawab ibunya, karena dia belum usia dewasa. Yesus tidak mau meminta atau mengambil anak muda itu, melainkan menyerahkan kembali kepada sang ibu. Yesus amat memperhatikan buah hati keluarga.

'Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita', karena pada waktu itu penampilan para ahli Taurat dan orang-orang Farisi  seringkali menyengsarakan banyak orang. Dia datang benar-benar sebagai nabi yang berkuasa. Dia ini sungguh-sungguh Allah, 'Allah yang melawat umat-Nya', karena memang hanya Dia sang Empunya kehidupan mampu dan berkuasa membangkitkan orang yang telah mati. Kristuslah Tuhan atas orang hidup dan mati (Rom 14:  9).  Dia datang mengunjungi umatNya, dan hanya orang-orang yang tak berdaya yang merasakan menjadi umat milikNya.

Menyitir bacaan pertama hari ini: 'sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus; dan Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya'; dan keberadaan kita yang berbeda satu dengan lainnya, maka k ita harus berani melihat dan menerima kenyataan, bahwa di tengah-tengah kita: ada orang yang sudah janda, ada seorang muda yang menjadi harapan orang lain, tetapi tidak berdaya, bahkan harus mati muda, seperti anak muda Nain tadi. Kita memang ingin semua orang, tanpa terkecuali, aktif dan produktif, bahkan sesuai dengan keinginan dan gambaran kita. Ini baik. Inilah cita-cita. Namun kita harus berani menerima kenyataan yang seringkali tidak sesuai dengan gambaran diri. Yesus Tuhan dengan berani menaruh perhatian terhadap mereka secara istimewa, karena memang Dialah Allah atas segala-gayanya, khususnya Dialah Allah atas orang hidup dan mati. Semua milikNya. Sebaliknya, kita akan hidup dan berdayaguna, bila kita bersatu di dalam Dia sebagai tubuhNya.




Oratio:

Ya Tuhan Yesus, Engkau sungguh- sungguh Allah yang melimpahkan belaskasihMu kepada setiap orang. Semoga kami pun semakin berani terbuka bagiMu, sehingga kami dapat memandang kehidupan kehidupan ini apa adanya, dan menikmatinya dengan sepenuh hati, hati yang penuh syukur.

Yesus, limpahkanlah selalu rahmat dan berkataMu kepada kami. Amin. 




Contemplatio:

'Allah telah melawat umat-Nya', kita semua.















Oremus Inter Nos, 
Marilah kita saling mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening