Selasa dalam Pekan Biasa XXV, 25 September 2012


Ams 21: 1-13  +  Mzm 119  +  Luk 8: 19-21




Lectio:

Suatu hari Ibu dan saudara-saudara Yesus datang kepada-Nya, tetapi mereka tidak dapat mencapai Dia karena orang banyak. Orang memberitahukan kepada-Nya: "Ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan ingin bertemu dengan Engkau." Tetapi Ia menjawab mereka: "Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya." 



Meditatio:

'Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya'.

Inilah jawaban Yesus terhadap orang-orang yang memberitakan bahwa ibu dan saudara-saudaraNya datang  dan hendak menemuiNya. Yesus sepertinya tidak bangga terhadap saudara-saudaraNya. Boleh seseorang mengertinya demikian, tetapi lebih jauh dari semuanya itu, Yesus malahan membuka diri terhadap semua orang tanpa terkecuali, sebagai saudara-saudariNya, yakni mereka yang mendengarkan sabda dan melakukanNya. Yesus tahu benar bahwa ibu dan saudara-saudaraNya, yang datang sekarang ini, telah melakukan kehendak Bapa di surga, maka demikian juga mereka semua, yang berani mendengarkan sabda dan melakukan sabda Tuhan, menjadi saudara dan saudariNya. Benarlah apa yang dikatakan Santo Yakobus, agar kita tidak hanya menjadi pendengar-pendengar sabda, melainkan juga pelaksana-pelaksana sabda dan kehendakNya (Yak 1: 22).

Yesus mau disamakan dan disetarakan  dengan setiap orang. Dia benar-benar merendahkan diriNya, dan tidak memandang hina sesamaNya. Mereka semua, yang diklasifikasikan dalam masyarakat secara etnis dan budaya, agama dan kepercayaan, jenis kelamin dan kedudukan sosial, kepandaian dan kekayaan, akan menjadi saudara dan saudariNya yang beroleh kehidupan kekal, bila mereka melakukan sabda dan kehendak Allah. Persyaratan ini dikenakan oleh Yesus karena memang kita semua mempunyai kedudukan sama di hadapan Allah, kita semua adalah milik Allah, kita adalah umatNya, dan karena memang kita pun hidup bukan untuk diri sendiri, melainkan bagi Dia sang Empunya kehidupan ini (Rom 14: 7-8). 

Pernyataan Yesus hari ini menyatakan bahwa kita semua ini adalah saudara. Semua identitas dan label, panggilan dan sebutan yang kita miliki adalah tambahan belaka, karena memang kita milik Tuhan. Wajiblah kita menerima sesama kita  apa adanya, tanpa aneka prasyarat yang kita buat, kecuali yang telah dinyatakan oleh Yesus sendiri, yakni melakukan sabda dan kehendak Tuhan sang Empunya kehidupan ini.

Menerima orang lain sebagai teman dan sahabat tidaklah mudah memang, apalagi menerima mereka sebagai saudara dan saudari kita. Diri dan kepentingan pribadi seringkali menjadi tolok ukur kita. Wajar memang. Tak jarang juga malahan, kita menolak saudara dan saudari kita dalam keluarga karena tidak adanya kesepahaman hati dan jiwa, kemauan dan kehendak, akal budi dan kepemilikan. Menerima orang lain sebagai saudara, bukan di waktu kita bisa tertawa dan bertepuk tangan, ketika kita berada dalam salib kehidupan, kita pun diminta untuk berani menerimanya, sebagaimana dilakukan Yesus waktu bergayung di salib, Dia masih mau merima seseorang yang bertobat menjadi menjadi saudaraNya (Luk 23: 42-43). Namun sekali lagi, menerima orang lain sebagai saudara adalah kehendak Tuhan Yesus.

Bila mereka tidak mempunyai kemauan untuk melakukan kehendakNya? Kiranya tetap tidak menutup kemungkinan kita untuk tetap menyapa mereka dan berbagi kasih bersama. Sebab kasih, yang kita bagikan kepada sesama, hanya berlandaskan kasih itu sendiri, yang terbuka bagi setiap orang, dan bukannya berdasar pada mereka yang menjadi perhatian dan kasih kita. Aku mengasihi engkau, bukan karena engkau, melainkan karena aku diutus untuk berbagi kasih denganmu.




Oratio:

Ya Tuhan Yesus, kami bersyukur kepadaMu, karena Engkau mengangkat kami menjadi saudara dan saudariMu. Terima kasih ya Yesus, Engkau maha murah dan baik hati. Semoga kami dengan setia menikmati rahmatMu yang mulia dan indah ini dengan berani mendengarkan sabdaMu dan melaksanakannya.




Contemplatio:

           'Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya'.











Oremus Inter Nos, 
Marilah kita saling mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening