Selasa Pekan Biasa XXII, 4 September 2012



1Kor 2: 10-16  +  Mzm 145  +  Luk 4: 31-37

  

 

 

Lectio:

 

Pada suatu kali Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat. Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa.

Di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan dan ia berteriak dengan suara keras: "Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah." Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: "Diam, keluarlah dari padanya!" Dan setan itu pun menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak menyakitinya.

Dan semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: "Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan mereka pun keluar." Dan tersebarlah berita tentang Dia ke mana-mana di daerah itu.

 


 

Meditatio:

 

'Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang'.

Penyataan Yesus ini sulit dimengerti oleh orang-orang Nazaret, yang memang hanya mampu melihat Yesus sebagai seorang Anak Yusuf, bahkan mereka menolakNya mengingat karya pelayananNya sepertinya telah dialihkan dari orang-orang yang dikasihiNya, bangsa pilihanNya, umatNya yang kudus. Sebaliknya, dan anehnya, keberadaan dan tugas perutusanNya dimengerti baik oleh orang-orang yang dikuasai kuasa kegelapan. 'Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah'. Inilah pengakuan mereka. Bukan orang-orang Nazaret, yang seharusnya mampu berkata demikian, dan malahan wanita Sarfat atau panglima Naaman, yang mampu merasakan kehadiranNya, bahkan sekarang seorang kerasukan kuasa kegelapan mampu  melihat Dia datang ke tengah-tengah umatNya.

Teriakan dan perilaku kuasa kegelapan yang mencari menangnya sendiri itu, lagi pula yang sering 'menghempaskan orang yang dikuasai dan menyakitinya' itu, malahan hendak menunjukkan keterbatasan dan ketidakberdayaan mereka di hadapan Dia, yang diurapi oleh Roh Tuhan. Hanya kepada Dialah, semua orang harus merunduk dan takut, karena memang Dialah yang berkuasa atas hidup. Sikap inilah yang dimengerti oleh orang-orang Kapernaum, dan mereka semua mengaminiNya. Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa. 'Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan mereka pun keluar'.

Ketakjuban kepada Allah adalah awal seseorang mau membukan diri akan kehendak Allah. Seorang yang takjub kepada Allah berarti dia mulai mengakui bahwa Allah sungguh hebat dan luar biasa. Dia mengatasi hidup!  Sikap takjub dan kagum, yang ditindaklanjuti dengan kemauan untuk membiarkan diri dikuasai oleh Roh Dia, yang mentakjubkan itu, akan membuat setiap orang semakin mengenal Dia yang mentakjubkan itu. Sebaliknya, bila seseorang tidak mau membuka diri dan hanya berpuas diri pada sikap takjubnya itu, dia tidak akan mendapatkan apa-apa, karena dia tidak semakin mengenal Dia. 'Tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah', kata Paulus dalam bacaan pertama tadi. Keterbukaan diri kita kepada RohNya yang kudus akan membuat kita mengenal Allah, yang mentakjubkan itu. Pembiaran diri untuk dipimpin oleh Roh Allah yang hidup malahan akan membuat kita semakin mengenal Dia.

Kita pun adalah orang-orang yang takjub kepada Allah.

 

 

Oratio:

 

Yesus, Engkau berbaik hati kepada kami, bukan untuk mencari muka. Engkau malahan sengaja melimpahkan berkatMu, agar kami semakin mengenal Engkau. Pimpinlah kami selalu, ya Yesus, dengan RohMu yang kudus, agar kami semakin mengenal Engkau, dan kami boleh tinggal dalam Engkau.

Yesus berkatilah kami selalu,  Amin.

 

 

Contemplatio:

 

'Alangkah hebatnya perkataan ini!'

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening