Hari Raya Semua Orang Kudus, 1 November 2012

Why 7: 2-14  +  1Yoh 3: 1-3 +  Mat 5: 1-12

 

 

 

 

Lectio:

 

Suatu hari Yesus ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Maka Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya:

"Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.

Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.

Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.

Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.

Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.

Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.

Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."

 

Meditatio:

 

'Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!'.

 

Itulah alunan pujian dari suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, yang berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. Dan semua malaikat dan seluruh ciptaanNya, yang berdiri mengelilingi takhtaNya, tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah, seraya mengamini alunan mereka: 'Amin! puji-pujian dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!'.

Siapakah mereka itu, sehingga alunan mereka begitu mendapatkan tanggapan mulia dari para malaikat dan ciptaan lainnya? 'Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba'. Mereka itu adalah para pejuang untuk mendapatkan keselamatan, mereka adalah orang-orang yang telah berusaha dengan sekuat tenaga untuk masuk melalui pintu yang sesak dan melelahkan itu. Mereka adalah orang-orang yang telah berakit-rakit  ke hulu dan berenang-renang ke tepian.  Mereka, bukanlah orang-orang yang pragmatis, seperti kaum politisi dewasa ini, mereka adalah orang-orang yang berani memikirkan masa depan, bukan demi kepentingan diri sendiri, melainkan kaum bangsanya, bangsa yang dipilih olehNya.

Atas usaha dan daya juang itulah, Yesus memuji bahagia mereka. Mereka telah berusaha dan berusaha, dan mereka telah mendapatkannya. Demikian juga Yesus  sekaligus memuji bahagia orang-orang yang tengah berjuang dan berjuang untuk mendapatkannya.

'Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.

Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.

Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.

Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.

Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.

Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.

Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu'.

Mereka yang telah menikmati sukacita ilahi itu adalah para kudus, yang kita kenangkan pada hari ini. Mereka kita sebut para kudus, karena memang mereka adalah orang-orang yang suci hatinya, yang telah menyangkal diri dan memanggul salibnya. Mereka adalah para kudus, dan bukan saja yang mempunyai gelar santo atau santa, yang tidak ubahnya dengan S1 atau pun S2; mereka adalah orang kudus, karena memang mereka diijinkan tinggal di hadapan takhta Allah yang mahakudus;  tentunya ada di antara mereka itu adalah salah satu saudara atau teman kita sendiri. Ucapan bahagia Yesus hari ini mengajak kita untuk berani berjerih payah hari ini dan esok demi keselamatan kita.

Apakah kita kelak juga diijinkan tinggal bersama mereka? Pasti!  Sebab berkat 'besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah.  Kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya'. Penyataan ini amat menegaskan kepada kita: ada kesempatan lebar dan ada kemampuan luar biasa, yang kita miliki untuk menikmatinya. Kiranya kita gunakan segala kesempatan dan kemampuan yang kita miliki ini. Karena itu, Yohanes dalam suratnya yang pertama tadi juga menegaskan: 'setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci'. Kita memang dikondisikan untuk hidup di hadiratNya.

Rugi besar, bila kita tidak menggunakan segala kasih karunia yang telah kita miliki.

 

Oratio:

 

Yesus Kristus, ada banyak karuniaMu yang telah Engkau berikan kepada kami, terlebih kasih karuniaMu yang menjadikan kami anak-anak Bapa di surga.  Semoga kami semakin hari semakin berani memanfaatkan segala kasihMu itu, sebab hanya padaMulah kami berharap. Amin.

 

 

Contemplatio:

 

'Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

 










Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening