Jumat Biasa XXIX, 26 Oktober 2012

Ef  4: 1-6  +  Mzm 24 +  Luk 12: 54-59

 

 

 

Lectio:

 

Suatu hari Yesus berkata pula kepada orang banyak: "Apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat, segera kamu berkata: Akan datang hujan, dan hal itu memang terjadi. Dan apabila kamu melihat angin selatan bertiup, kamu berkata: Hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi.

Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini? Dan mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar? Sebab, jikalau engkau dengan lawanmu pergi menghadap pemerintah, berusahalah berdamai dengan dia selama di tengah jalan, supaya jangan engkau diseretnya kepada hakim dan hakim menyerahkan engkau kepada pembantunya dan pembantu itu melemparkan engkau ke dalam penjara. Aku berkata kepadamu: Engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas."

 

 

Meditatio:

 

Hidup adalah panggilan, keselamatan adalah pilihan.

Inilah yang kita renungkan kemarin. Semuanya itu tidak bisa ditawar-tawar. 'Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini? Dan mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar?', tegas Yesus. Kiranya semua orang diminta, bukan hanya pandai akan perihal dunia dan insani, walau itu sesuai dengan kharisma yang diberikanNya, tetapi juga melakukan yang terbaik dan berkenaan dengan keselamatan. Hidup tidak berakhir di dunia ini. Yesus meminta semua orang, kita semua untuk memutuskan sendiri apa yang benar, yang mempermudah kita untuk mendapatkan keselamatan.

Contoh konkrit, 'jikalau engkau dengan lawanmu pergi menghadap pemerintah, berusahalah berdamai dengan dia selama di tengah jalan, supaya jangan engkau diseretnya kepada hakim dan hakim menyerahkan engkau kepada pembantunya dan pembantu itu melemparkan engkau ke dalam penjara. Aku berkata kepadamu: Engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas'. Berdamai itu lebih penting, daripada kita menyelesaikan melalui jalur hukum, yang memang ditata sedemikian rupa, bila memang tidak ada usaha pendamaian satu pihak dengan lainnya secara adil. Lepas dari persoalan hukum, yang memang di luar kompetensi kita, contoh konkrit ini sungguh-sungguh mengajak kita untuk mengkondisikan hidup damai dengan semua orang, pertama-tama dengan berani melayani daripada dilayani, mencintai daripada dicintai; berani juga memberi pipi kiri, bila ada yang hendak menampar pipi kanan; dan berjalan dua mil, kalau ada yang meminta berjalan satu mil; mengasihi dan mendoakan orang-orang yang membenci kita. Sebab hanya dengan demikianlah kita menikmati panggilan hidup kita sebagai anak-anak Bapa di surga.

Hidup adalah panggilan, keselamatan adalah pilihan. Mereka yang sungguh-sungguh menghayati panggilannya,  secara tomatis menjadikan keselamatan sebagai pilihannya. Pilihan hidup, bukanlah sebagai tugas baru dan ditambahkan, melainkan memang sebagai buah-buah yang dinikmati oleh orang-orang yang menghayati panggilan hidupnya. Sejatinya panggilan dan keselamatan itu tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Itu adalah kehendak Tuhan; dan sebenarnya manusia tidak berhak untuk memisahkannya. Apa yang dipersatukan Allah, janganlah diceraikan manusia. Untuk itulah Paulus, dalam bacaan pertama, meminta kita semua, orang-orang yang percaya kepadaNya, supaya hidup sebagai orang-orang yang berpadanan dengan panggilan itu. Katanya: 'hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera: satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua'.

Menghayati panggilan berarti menikmati hidup apa adanya, melakukan hal-hal yang biasa dan sederhana dalam keseharian hidup. Kira-kira pasti akan lebih dan amat sulit, bila kita melakukan hal-hal yang luar biasa.

 

Oratio:

 

Yesus, temani dan dampingilah kami melakukan hal-hal yang sederhana dan baik, sebagai usaha kami dalam menikmati hidup ini. Kiranya keluhuran dan kemuliaan hidup semakin kami sadari, dan kami rasakan dan kami nikmati dalam keseharian hidup, baik dalam keluarga atau komuitas hidup kami. Amin.

 

 

Contemplatio:

 

Hidup adalah panggilan, keselamatan adalah pilihan.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening