Jumat Biasa XXVII, 12 Oktober 2012


Gal 3: 7-14  +  Mzm 111 +  Luk 11: 25-26

 

 

 

Lectio:

 

Pada suatu kali Yesus mengusir dari seorang suatu setan yang membisukan. Ketika setan itu keluar, orang bisu itu dapat berkata-kata. Maka heranlah orang banyak. Tetapi ada di antara mereka yang berkata: "Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan." Ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga kepada-Nya, untuk mencobai Dia.

Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh. Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu. Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.

Apabila seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya. Tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya. Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.

Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian, dan karena ia tidak mendapatnya, ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu bersih tersapu dan rapi teratur. Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya, dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula."

 

 

Meditatio:

 

'Jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu'.

Inilah penyataan Yesus yang meminta pengakuan dari orang-orang, yang mendengarkan dan melihatNya. Yesus meminta pengakuan, bukannya mengharapkan sanjungan dan pujaan mereka; Yesus menyatakan semua itu, agar mereka semua mengalami sukacita dan damai. Karena memang situasi Kerajaan yang mereka rindukan itu sungguh-sungguh ada dan hadir sekarang ini, di mana Allah sendiri yang meraja, Allah sendiri hadir di tengah-tengah mereka. Pengakuan mereka tidak menambah kemuliaan Dia sedikitpun , melainkan mendatangkan keselamatan bagi mereka semua . 'Yesus Kristus telah membuat segala indah dan baik ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu', sebagaimana dikatakan dalam bacaan pertama tadi, dan tidak ada maksud lain sedikit pun.

Yesus menegaskan hal ini, karena ketika Yesus mengusir dari seorang suatu setan yang membisukan, ada di antara mereka yang berkata: 'Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan', atau Yesus harus menunjukkan suatu tanda dari sorga; yang semuanya itu diungkapan kepadaNya untuk mencobai Dia. Mereka berkata demikian, karena memang mereka sering berkata-kata tentang kuasa kegelapan? Apakah mereka itu pemakai setia kuasa kegelapan? Jika Aku mengusir dengan kuasa Beelzebul, bagaimanakah kerajaan mereka dapat bertahan? Kalau Aku memakai kuasa Beelzebul, bagaimana lagi dengan para pengikut kalian? Bagaimana dengan pengikut-pengikutmu yang mengusir juga mengusir setan itu? Sebab itu, merekalah yang akan menjadi hakimmu, karena kamu tidak sependapat dan sepaham dengan mereka, para pemgikutmu sendiri.

Dengan penyataan ini juga, Yesus hendak menunjukkan bahwa kuasa Allah lebih kuat dan agung daripada kuasa kegelapan. Allah sendiri sebagai 'seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya'. Dan bagi orang yang telah memilih bagian terbaik, dan tidak ada orang yang  akan berani mengganggu dan mengambil dari mereka, sebagimana dilakukan oleh Maria dan Paulus, karena memang Allah sendiri yang menjaganya. Allah, yang penuh kuasa itu sendiri, yang akan selalu menjaga dan merawat 'rumah yang sudah bersih tersapu dan rapi teratur itu'. Orang-orang, yang telah memilih bagian terbaik itu, berarti mereka adalah orang-orang yang pro-Dia, sang Empunya kehidupan. Benarlah apa yang dikatakan tadi: 'siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan'.

 

Oratio:

 

Ya Yesus Kristus, semoga kami menjadi orang-orang yang selalu merasakan kehadiranMu dalam setiap peristiwa hidup kami. Sulit memang ya Tuhan, tetapi kami percaya Engkau mahabaik dan mahamurah.

Yesus, dampingilah kami selalu. Amin.

 

 

Contemplatio:

 

'Jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu'.

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening