Jumat dalam Pekan Biasa XXVI, 5 September 2012


Ayb 38: 12-21  + Mzm 139  +  Luk 10: 13-16



Lectio:

Bersabdalah Yesus: 'Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. Akan tetapi pada waktu penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu. Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati!  

Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku."



Meditatio:

Sepertinya orang-orang Khorazim, Betzaidah dan Kapernaum adalah orang-orang yang tidak mau berterima kasih. Mereka bergembira dan bersukacita, ketika menerima anugerah yang indah dari Tuhan, tetapi mereka tidak berusaha mendekatkan diri kepada sang Pemberi. Seharusnya, mereka semakin berani bermohon dan bermohon kepadaNya, tetapi tidaklah mereka lakukan. Tidak ada kemauan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, sang Empunya kehidupan, dan meminta selalu belaskasihNya. Segala anugerah diberikan oleh Allah kepada kita umatNya, diberikanNya secara cuma-cuma, dan diminta kita untuk semakin berani bertobat kepadaNya. Dia tidak memaksa kita bertobat, tetapi hanya dengan bertobat kita akan semakin menikmati kehadiranNya. Ketidakmengertian untuk mendekatkan diri kepada Tuhan diperhitungkan sebagai dosa dan salah mereka, yang mana umat di Tirus dan Sidon mau mendekatkan diri kepadaNya, setelah mereka menikmati kehadiranNya, sehingga tanggungan mereka lebih ringan daripada lainnya.  Kebanggaan diri kepada Tuhan hendaknya ditunjukkan dengan keberanian untuk mendekatkan diri kepadaNya.

Sekali lagi, Yesus tidak memaksakan kehendakNya, agar setiap orang mendekatkan diri kepadaNya. Namun tak dapat disangkal, bahwa pertobatan adalah prasyarat utama bagi setiap orang masuk dalam Kerajaan Surga, sebagaimana kita renungkan beberapa hari yang lalu, hari Senin dan Selasa. Karena itu dalam perutusannya kemarin, mereka para murid diminta untuk menerima kenyataan, bila ada orang- orang yang tidak mau menerima mereka. Sebaliknya, menerima mereka adalah berkat bagi hidup mereka para pendengar, sebab menerima perutusan mereka berarti menerima sabda dan kehendakNya. Untuk itulah, Yesus mengingatkan mereka: 'barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku'.

Kiranya kesulitan kita untuk mendengarkan sabda Tuhan ketika kitab suci dibacakan oleh orang-orang yang tidak sesuai dengan kemauan kita. Kita berarti melihat peribadatan sebagai peristiwa ritual belaka, dan bukannya sebagai peristiwa sabda, di mana Allah sendiri yang bersabda dan menyampaikannya. Tuhan Allah berbicara kepada setiap orang melalui orang-orang yang diutusNya. Hendaknya kita melihat sabda yang diperdengarkan kepada kita, dan bukannya pada seseorang yang membacanya.




Oratio:

Ya Tuhan Yesus, kami bersyukur kepadaMu atas sabdaMu yang selalu Engkau perdengarkan kepada kami. SabdaMu adalah Pelita bagi langkah kami. Semoga kami selalu siap mengamininya.

Semoga  Engkau memberi penghiburan kepada saudara dan saudari kami yang berada di daerah pedalaman, di mana mereka seringkali harus memperdengarkan sabda di antara mereka sendiri. Semoga mereka semakin mampu melihat kehadiranMu dalam diri sesama. Amin.




Contemplatio:

SabdaMu adalah kehidupan ya Tuhan Yesus.











Oremus Inter Nos, 
Marilah kita saling mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening