Rabu Biasa XXVII, 10 Oktober 2012

 

Gal 2: 1-2.7-14  +  Mzm 117  +  Luk 11: 1-4

 

 

 

Lectio:

 

Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: "Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya."

Jawab Yesus kepada mereka: "Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu. Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kami pun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan."

 

 

Meditatio:

 

'Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya'.

Inilah permintaan para murid kepada Yesus. Sepertinya Yohanes mengajarkan doa khusus kepada para muridnya. Mereka mempunyai doa yang khas, sehingga banyak orang tahu bahwa orang ini dan orang itu adalah para murid Yohanes, karena bentuk doa yang mereka ucapkan. Para murid juga menginginkan, agar sang Guru mengajarkan seperti itu. Sebatas identitas komunitas, masih perlukah kita seperti mereka. Perlukah kita sebagai komunitas membanggakan diri dengan kemampuan doa yang kita miliki? Selama kita hanya ingin membanggakan diri dan merasa mapan dengan jenis doa yang kita miliki, doa yang membawa kepuasan dan kenyamanan diri, sebenarnya doa itu tidak membawa pertumbuhan rohani. Itu doa sebatas meninabobokan jiwa. Padahal dalam doa, saya harus bisa mendengarkan dan berbicara dengan Tuhan Allah. Itulah doa.

Sahut Yesus kepada mereka: 'apabila kamu berdoa, katakanlah:

Bapa, dikuduskanlah nama-Mu;

Sebab memang hanya Allah yang kudus, Dialah sang Pencipta, Dialah sang Empunya kehidupan, dan hanya pada Dialah, kita patut menyembah.

datanglah Kerajaan-Mu.

       Biarlah Dia, Allah, yang meraja dalam hidup kita; dan biarlah bumi dan segala isinya bersorak-sorai atas kehadiranNya.

Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya,

       Sebab memang kami membutuhkan makanan dan minuman untuk keperluan hidup sehari-hari, walau kami sadar: mengingat kelebihan yang kami miliki, kami tidak akan bertindak seperti burung yang tidak menabur dan menanam.

ampunilah kami akan dosa kami, sebab kami pun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami;

       sebab pengampunan Tuhan Allah yang memberi sukacita dan damai abadi, dan pengampunanNya semakin membuat kita berani berbagi kasih dengan sesama.

dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan.

       Sebab kami adalah orang yang lemah, kami siap Engkau atur dan Engkau bina, sebab hanya dalam lindungan dan pendampinganMu kami selamat.

 

Dalam doa, saya harus bisa mendengarkan dan berbicara dengan Tuhan Allah. Mengapa? Karena memang Dialah sang Penguasa hidup ini. Dia pasti tahu dengan baik kehidupan saya. Saya harus berani bertanya dan belajar daripadaNya. Suatu kebodohan, kalau saya tidak mau belajar dari Dia yang lebih pandai mengolah kehidupan, dan memang Dialah sang Empunya kehidupan ini. Mendengarkan Dia bersabda dan berbicara kepadaNya akan membuat diri kita mampu menanggapi hidup ini dengan sebaik mungkin. Kita harus tahu apa yang kita omongkan; kita tidaklah seperti anak kecil yang minta ini dan itu, tetapi tidak tahu benar apa yang dikatakannya. Walau tak dapat disangkal, kerewelan mereka memberikan kepuasan dirinya. Ketidaksempurnaan para rasul dan murid lainnya, sebagaimana diceritakan dalam bacaan pertama, mengingatkan hidup kita sendiri; bila mereka, orang-orang yang dekat padaNya, masih terbersit melakukan tindakan yang kurang pas, apalagi kita yang lemah ini. Keberanian kita untuk berkata-kata tentang diri kita dan mendengarkan kehendakNya adalah hal yang indah dan mulia.

 

 

Oratio:

 

Yesus Kristus, ajarilah kami berdoa dan berdoa, agar kami mengerti apa yang Engkau kehendaki bagi kami. Kami dapat menikmati hidup ini, bila memang kami belajar daripadaMu.

Bantulah mereka, saudara dan saudari kami, yang terus-menerus ingin mengenal Engkau, ya Yesus. Sebab memang Engkau jalan, kebenaran dan hidup kami. Semoga mereka kedapatan setia dalam menemukan Engkau. Amin.

 

 

Contemplatio:

 

'Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya'.

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening