Sabtu Biasa XXVII, 13 Oktober 2012


Gal 3: 22-29  +  Mzm 105 +  Luk 11: 27-28

 

 

 

Lectio:

 

Ketika Yesus masih berbicara, berserulah seorang perempuan dari antara orang banyak dan berkata kepada-Nya: "Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau." Tetapi Ia berkata: "Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya."

 

 

Meditatio:

 

'Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya'.

Inilah penyataan Yesus, yang memang membuka kesempatan bagi banyak orang untuk hidup bahagia, dan bukannya hanya Maria, sebagaimana dikatakan seorang perempuan: 'berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau'. Perempuan itu berkata demikian, karena tentunya dia bangga dan kagum kepada Yesus. Kekaguman itu tentunya pasti dimiliki secara istimewa oleh seorang ibu yang melahirkan Dia, yang tidak lain dan tidak bukan adalah Maria. Karena itu, 'berbahagialah dia yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau'. Perempuan itu berkata demikian, karena perempuan itu tidak menyebut nama Maria, terlebih lagi karena memang kemungkinan besar dia tidak mengenal Maria

Maria adalah seorang 'yang berbahagia', karena memang dia adalah seseorang 'yang mendengarkan firman Allah',  ketika seorang malaikat menyapa dirinya (Luk 1: 28-33), dan bahkan dia  'memeliharanya' dalam hati (Luk 1: 38), sekalipun semuanya itu tidak dimengertinya (Luk 2: 19.51). Maria pun sadar akan semuanya itu, dan dia mengungkapkannya: 'jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus' (Luk 1: 46-49).

Maria tidaklah seorang diri mengalami sukacita seperti itu, dan Yesus tahu benar bahwa bukan hanya ibuNya saja yang dapat menikmati semuanya yang indah dan mulia itu, karena itu Dia tadi menyatakan 'yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya'. Semua orang diundang untuk menikmati sukacita dan bahagia, entah dia laki-laki ataupun perempuan. Semuanya hanya terjadi karena sabdaNya, dan bukan jasa baik yang pernah dilakukan seseorang.

Semuanya ini lebih dimungkinkan lagi, karena iman kepercayan seseorang kepada Kristus Tuhan, sebab  dengan percaya kepadaNya setiap orang menjadi umat milikNya. Itulah yang disampaikan Paulus dalam suratnya kepada umat di Galatia tadi: 'kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus. Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah'.

Kita tentunya ingin menjadi orang-orang yang berbahagia. Kiranya Sabda Tuhan menjadi kesukaan kita, karena memang Dialah yang mendatangkan keselamatan.

 

Oratio:

 

Yesus, ajarilah kami untuk hari demi hari semakin mendengarkan sabdaMu dan merenungkannya dalam hati, sehingga sabdaMu sendiri menjadi bekal dalam hidup perjalanan ini.

Berkatilah dan hiburlah selalu mereka, ya Tuhan, saudara dan saudari kami, yang  bisu dan tuli, sehingga semakin mengalami banyak kesulitan dalam mengenal suara dan sabdaMu. Semoga Engkau sendiri berbicara kepada mereka. Amin.

 

 

 

Contemplatio:

 

'Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya'.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening