Sabtu dalam Pekan Biasa XXVI, 6 Oktober 2012


Ayb 42: 1-16  +  Mzm 119  +  Luk 10: 17-24




Lectio:

Pada suatu kali ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: "Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu." Lalu kata Yesus kepada mereka: "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit. Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga." 

Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorangpun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu." 

Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: "Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya." 



Meditatio:

'Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu'.

Itulah ungkapan sukacita para murid, yang telah melakukan tugas perutusan yang diberikan Yesus. Mereka bangga atas karya perutusan yang mereka lakukan. Mereka bangga karena dalam namaNya yang kudus, segala kuasa kegelapan tunduk dan jatuh tak berdaya. Hanya saja mereka tidak menceritakan bagaimana pengalaman mereka sebagai anak domba ke tengah- tengah serigala itu. Apakah pengalaman seperti itu terlalu manusiawi dan biasa-biasa saja, sehingga tidak diceritakan oleh mereka? Apakah pengalaman mereka mampu menguasai diri dari kuasa kegalapan itu lebih penting dan menarik?

Atas ungkapan sukacita itu, Yesus menanggapi mereka dengan berkata: 'benar, Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit'. Dengan penyataanNya itu, Yesus membenarkan bahwa kuasa kegelapan tidak berkuasa atas di hadapan Allah yang mahatinggi. Sebab memang hanya pada Allah ada kehidupan. 'Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga'. Yesus mengingatkan kembali bahwa apa yang telah mereka lakukan, karena kuasa Allah yang telah mereka terima dan menyertai mereka. Mereka mampu melakukan segala yang luhur dan mulia hanya karena namaNya. Keberanian mereka menikmati segala anugerah indah dan menggunakannya demi kepentingan hidup bersama akan mendatangkan berkat tersendiri bagi mereka, bahwasanya nama mereka terdaftar di sorga'. 

Yesus mengingatkan para murid bahwa hendaknya mereka tidak bersukacita karena roh-roh itu takluk kepada mereka, sebab semuanya itu bukanlah tujuan dari tugas perutusan yang diberikanNya. Kerajaan Allah harus disampaikan kepada semua orang, agar mereka merasakannya sendiri dan pada akhirnya berani memilih dan menikmatinya.  'Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal'. Pengakuan seperti Ayub inilah, sebagaimana dikatakan dalam bacaan pertama tadi, yang kiranya juga menjadi intensi karya perutusan Allah. Para murid hanyalah pengantara, sebab  'tidak ada seorangpun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu'. 



'Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil'.

  Yesus pun mengalami sukacita dan kegembiraan, mendengarkan pengalaman para muridNya. Para murid, yang diutusNya, bukanlah orang-orang cerdik pandai. Mereka itu sama dengan kita orang. Mereka dipilih oleh Tuhan Yesus, bukan karena mereka mendaftarkan diri sebagai sukarelawan, tetapi mereka ikut serta dalam karya perutusan karena memang kehendak dan kemauan Tuhan. Karya pewartaan dan perutusan yang dilanjutkan Gereja sekarang ini adalah kehendak dan kemauan Tuhan. Inilah kiranya yang hendaknya menjadi kesadaran kita bersama. 'Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu'. Yesus kemudian menambahkan:  'semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorangpun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu'.  Semuanya ini dinyatakan Yesus, guna menegaskan kepada para muridNya bahwa memang Dialah sang Empunya kehidupan; dan dengan tugas perutusan itu, Yesus mengajak semua orang untuk ambil bagian dalam keselamatan itu.

Apakah semua orang diundang untuk menikmati keselamatan itu? Ya semua orang tanpa terkecuali, walau tak dapat disangkal bahwa ada orang-orang yang menolak kehadiranNya. Sebab sebagaimana hidup adalah suatu panggilan, demikian pula keselamatan adalah suatu pilihan. Namun Yesus memuji bahagia orang-orang yang mau memilih dan menikmati keselamatan itu. 'Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena Aku berkata kepada kamu: banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya'. 



Oratio:

Ya Tuhan Yesus, Engkau mengurus para murid untuk mewartakan kabar sukacita demi keselamatan seluruh umat manusia. Semoga kami juga terdorong selalu untuk berani mewartakan sabda dan kehendakMu, dan buatlah kami untuk tidak mudah berhenti dan beristirahat mewartakan bila sedikit menikmati anugerah dan rahmatMu. Amin.




Contemplatio:

'Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku'.










Oremus Inter Nos, 
Marilah kita saling mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening