Senin Biasa XXVIII, 15 Oktober 2012


Gal 4:22 – 5:1  +  Mzm 113 +  Luk 11: 29-32

 

 

 

Lectio:

 

Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: "Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini. Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo! Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!"

 

 

Meditatio:

 

'Sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo! Di sini pula ada yang lebih dari pada Yunus!'.

Penegasan Yesus ini disampaikan kepada orang-orang yang berada di sekelilingNya, terutama mereka yang meminta tanda daripadaNya. Banyak orang tidak mengerti akan kehadiranNya, karena memang Yesus tidak mau diwartakan kepada banyak orang. Yesus sendiri tidak pernah menyatakan diri: ya Akulah Dia. Sebaliknya, Dia malahan 'melarang keras supaya jangan memberitahukan kepada siapa pun tentang Dia' (Mrk 8: 30), dan menantang orang-orang yang hendak mengikutiNya: 'serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya' (Mat 8: 20), dan secara tegas beberapa kali menyatakan bahwa: 'Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari' (Mrk 8: 31).

Hanya satu kali dengan tegas Yesus mengakui bahwa Dia adalah Raja, yakni ketika Dia dibawa menghadap Pilatus. Benar, 'Aku adalah Raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku' (Yoh 18: 37)

Pengenalan akan Allah yang sejati memang keluar dari lubuk hati yang terdalam. Seseorang harus mampu mengenal Yesus secara pribadi, dan bukankah telah diwartakan, bahwa karena kehadiranNya: 'yang buta melihat, yang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik, dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku' (Mat 11: 4-6)

Kita semua adalah orang-orang yang percaya kepada Kristus; minimal kita mengenal baik Dia dengan akal budi kita. Malahan seperti dikatakan dalam bacaan pertama tadi, bahwa 'kita sungguh-sungguh merdeka, sebab Kristus telah memerdekakan kita'. Yang diharapkan dari kita adalah, agar kita tetap setia kepada bagian terbaik yang telah kita terima; dan kiranya kemerdekaan dari kuasa dosa ini, hendaknya membuat kita semakin berani mendekatkan diri kepadaNya. Kita hendaknya semakin mengenal Dia, sang Anak Manusia, bukan hanya sebatas akal budi belaka, melainkan dengan hati dan jiwa kita. Sebab bukankah Dia itu sang Empunya kehidupan dan keselamatan. Dia melebihi dan unggul dari segala-galanya.

Inilah yang dilakukan Teresa Avilla, yang kita kenang pada hari ini. Kecerdasan yang dimilikinya dalam mengenal Allah, dia tuliskan dalam bentuk aneka karangan, tetapi terlebih-lebih semuanya itu membuat  dia semakin berani mendekatkan diri kepada Tuhan, yang sudah lama dirindukan kehadiranNya, dan itu ditemukan dalam Gereja Katolik Roma, dan secara sadar dia menegaskan 'aku adalah puteri Gereja'.

 

 

 

Oratio:

 

Ya Tuhan Yesus, Engkau unggul melebihi segala-galanya. Kiranya segala kebaikan, yang Engkau taburkan dalam alam semesta dan dalam keberadaan sesama kami, membuat kami semakin berani mendekatkan diri kepadaMu dengan mendengarkan sapaanMu yang menyelamatkan. Amin.

 

 

Contemplatio:

 

'Sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!'

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening