Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam, 25 November 2012


Dan 7: 13-14  +  Why 1: 5-8  +  Yoh 18: 33-37





Lectio:

Ketika dalam gedung pengadilan Pilatus memanggil Yesus dan bertanya kepada-Nya: "Engkau inikah raja orang Yahudi?" Jawab Yesus: "Apakah engkau katakan hal itu dari hatimu sendiri, atau adakah orang lain yang mengatakannya kepadamu tentang Aku?" Kata Pilatus: "Apakah aku seorang Yahudi? Bangsa-Mu sendiri dan imam-imam kepala yang telah menyerahkan Engkau kepadaku; apakah yang telah Engkau perbuat?" Jawab Yesus: "Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini." 

Maka kata Pilatus kepada-Nya: "Jadi Engkau adalah raja?" Jawab Yesus: "Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku."




Meditatio:

'Engkau inikah raja orang Yahudi?'.

Pertanyaan Pilatus inilah yang mengawali pertengkaran antara Pilatus dan Yesus. Pertanyaan ini sepertinya diungkapkan Pilatus, karena tidak adanya kejelasan persoalan bangsa Yahudi yang membawa seseorang Nazaret ini. Mengapa mereka membawa Orang ini kepada dirinya? 'Apakah aku seorang Yahudi',  sehingga kalian membawa Orang ini? Pertanyaan inilah yang seharus diajukan kepada bangsa Yahudi. Kedatangan mereka tidak ada sangkut pautnya dengan orang-orang Roma. Kedatangan kalian hanya menambah beban bagi kami. 'Bangsa-Mu sendiri dan imam-imam kepala yang telah menyerahkan Engkau kepadaku; apakah yang telah Engkau perbuat?', pinta Pilatus yang mengklarifikasi Yesus sendiri, dan bukannya dari orang lain, yang membawa Dia. Apakah Engkau mengadakan pemberontakan? 'Apakah Engkau raja orang Yahudi?', sepertinya sebuah pertanyaan asal-asalan yang dilontarkan Pilatus, karena memang 'tidak ada suatu apapun yang dilakukan-Nya yang setimpal dengan hukuman mati' (Luk 23:15). 

'Apakah engkau katakan hal itu dari hatimu sendiri, atau adakah orang lain yang mengatakannya kepadamu tentang Aku?', sahut Yesus menanggapi pertanyaan Pilatus, yang memang membuat geram Pilatus juga. Jawaban Yesus adalah jawaban orang pandai, yang tahu dunia politik. Kalau Dia mengaku bahwa diriNya raja, maka Dia pasti dihukum mati, tetapi apabila seorang Pilatus ini percaya juga akan apa, yang mungkin dikatakan orang bahwa diriNya raja, adalah sebuah kebodohan, karena memang Dia tidak mempunyai pembela dan pasukan.

Ya memang Akulah Raja, jawab Yesus, tetapi 'Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini'. Suatu jawaban yang pasti mengagetkan, tetapi juga membingungkan, karena Dia datang tanpa pasukan dan pengawal seorang pun; dan selama ini memang Dia tidak pernah terdengar mengadakan pemberontakan di sana-sini. 

Dan sepertinya Yesus segera menyambung, biar tidak ada kebingungan dan salah tafsir. Aku memang Raja, 'untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku'. Karena memang Dialah sang Kebenaran (Yoh 14: 6), dan tentunya orang-orang yang percaya kepadaNya dan berasal dari Dia, pasti mendengarkan suaraNya, kehendakNya sendiri. Hanya orang-orang yang percaya kepadaNya akan mendengarkan sabdaNya, dan melaksanakanNya.



Pada hari raya Kristus Raja Semesta Alam, kita diingatkan akan iman dan pengabdian kita kepadaNya. Kita adalah orang-orang yang berasal dari kebenaran, dan kita selalu bangga akan hal itu. Namun sejauh mana kita berani mendengarkan sabda dan kehendakNya? Bukankah 'Dia yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini, yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya, dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya?'. Keterpilihan kita adalah kasih karunia Allah sendiri, maka baiklah kita syukuri dan kita nikmati. Demikian juga keterpautan kita kepadaNya, karena memang Dialah Pewaris Takhta Kerahiman Allah, sebagaimana disaksikan sendiri oleh Daniel, dalam bacaan pertama tadi: 'Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah'.




Oratio:

Yesus Kristus, Engkaulah Raja Semesta Alam, Engkaulah sang Pemilik kehidupan ini. Semoga pada hari raya ini, kami semakin mampu merasakan keterpilihan kami sebagai milikMu, dan selalu berunduk di hadapanMu. Amin.




Contemplatio:

'Setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku'.















Oremus Inter Nos, 
Marilah kita saling mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening