Kamis Biasa XXXIII, 22 November 2012

Why 5: 1-10  +  Mzm 149  +  Luk 19: 41-44

 

 

 

 

Lectio:

 

Suatu hari ketika Yesus telah dekat dan melihat Yerusalem, Ia menangisinya, kata-Nya: "Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu. Sebab akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan, dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batu pun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau."

 

 

Meditatio:

 

'Karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau."

Inilah alasan terjadinya kehancuran Yerusalem. Dengan tegas Yesus bernubuat:  'akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan, dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batu pun tinggal terletak di atas batu yang lain'. Yerusalem akan dibumihanguskan, dan Allah membiarkannya.

Apakah Allah gila hormat? Apakah Allah sudah haus akan penghargaan diri? apakah Dia, sudah bukan yang dulu lagi, yang penuh kasih dan kerahiman (Mzm 77)? Allah datang melawat umatNya, bukannnya untuk berjalan-jalan dan mengadakan rekreasi. Allah datang dan menyapa umatNya, karena memang Dia menghendaki seluruh umatNya tetap utuh, tidak ada yang hilang dan binasa. Tidak dapat disangkal memang, Allah mengharapkan setiap umatNya untuk mendengarkan dan melaksanakan kehendakNya, tetapi juga harus jujur diakui bahwa Allah tidak membiarkan mereka berjalan sendiri, Allah memberikan mina sebagai bekal perjalanan dan bahkan mengajak setiap orang untuk mengembangkannya. Malahan barangsiapa berani mengembangkannya, dia semakin banyak mendapatkan kepercayaan. Itulah yang kita renungkan kemarin.

Allah hanya mampu mengharapkan dan mengharapkan setiap orang mendengarkan sabda dan kehendakNya. Allah tidak pernah memaksakan kehendakNya. Setiap kali umatNya jatuh dalam dosa, Allah mengundang dan mengundangnya kembali, bagaikan pohon ara yang digemburkan tanah sekitarnya agar menghasilkan buah; walau tak dapat ditolak juga, bahwa manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang, dan inilah yang menjatuhkan hukuman bagi mereka (Yoh 3). Kehadiran Allah yang datang untuk menyapa umat yang dikasihiNya, tak jarang dimengerti banyak orang, sebagai kemauan untuk menghukum umatNya, sebagaimana yang dialami Adam dan Hawa ketika Allah berjalan di tengah taman Eden (Kej 3). Dosa telah menyembunyikan mereka.

Pada akhirnya, yang tidak dikehendaki Allah pun akan terjadi, ketika 'Anak Manusia datang dalam awan-awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya, pada waktu itu pun Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dan akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung bumi sampai ke ujung langit', sebagaimana kita renungkan hari Minggu kemarin. 'Matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit, dan kuasa-kuasa langit akan goncang', tidak ada ubahnya dengan yang akan terjadi pada Yerusalem, tidak akan ada satu batu pun tinggal terletak di atas batu yang lain, sebagaimana dikatakan Yesus pada hari ini.

Ketika Allah melawat umatNya, Yesus telah memberitahukannya 'sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu' (Luk 17: 21), tetapi banyak orang mengabaikannya, dan berdiam diri, sampai-sampai Yesus mengingatkan: 'betapa baik dan indahnya jika engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu!'; Yerusalem akan tetap kokoh untuk selama-lamanya.

Yesus tidak gila hormat, malahan Dia menangisi Yerusalem, mengapa mereka menganggap remeh kehadiran Tuhan yang menyelamatkan. Kerajaan Allah dihadirkan Kristus, bukan untuk mendapatkan pengikut yang taqwa memuji dan memuliakan Dia, melainkan mengundang mereka menikmati kehadiranNya sehingga beroleh selamat. Yesus mengingatkan dan mengundang semua orang, karena memang Dialah sang Empunya kehidupan. Itulah yang disaksikan Yohanes dalam kitab Wahyu, yang disampaikan kepada kita hari ini. 'Saat itu datanglah Anak Domba dan menerima gulungan kitab itu dari tangan Dia yang duduk di atas takhta itu. Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus. Mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi".

 

 

 

Oratio:

 

Ya Yesus Kristus, Engkau tidak pernah bergurau dalam berkata-kata tentang kebenaran. Engkau meminta kami semua untuk serius dalam mengejar keselamatan. Maka bantulah kami ya Yesus, agar kami dengan tekun dan setia menikmati keselamatanMu itu, sebab memang Engkau telah menaburkannya dalam diri kami dan Engkau meminta kami membuka diri agar tumbuh dan berkembang.

Santa Sisilia, doakanlah kami agar kami menjadi orang-orang yang setia. Amin.

 

 

 

Contemplatio:

 

'Ketahuilah saat, bilamana Allah melawat engkau'.

 

 














Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening