Kamis Biasa XXXIV, 29 November 2012

Why 18: 1-2.21-23  +  Mzm 100  +  Luk 21: 20-28

 

 

 

 

Lectio:

 

Suatu hari Yesus menambahkan kotbahNya tentang  akhir jaman, kataNya: 'apabila kamu melihat Yerusalem dikepung oleh tentara-tentara, ketahuilah, bahwa keruntuhannya sudah dekat. Pada waktu itu orang-orang yang berada di Yudea harus melarikan diri ke pegunungan, dan orang-orang yang berada di dalam kota harus mengungsi, dan orang-orang yang berada di pedusunan jangan masuk lagi ke dalam kota, sebab itulah masa pembalasan di mana akan genap semua yang ada tertulis. Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu! Sebab akan datang kesesakan yang dahsyat atas seluruh negeri dan murka atas bangsa ini, dan mereka akan tewas oleh mata pedang dan dibawa sebagai tawanan ke segala bangsa, dan Yerusalem akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu."

"Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang. Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat."

 

 

Meditatio:

 

'Bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat'.

Inilah penegasan Yesus, supaya berani memandang Dia, 'sang Anak Manusia yang datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya'. Sebab memang Dia datang kembali di akhir jaman untuk memberikan keselamatan abadi bagi setiap orang yang siap sedia menyambut kedatanganNya. 'Bangkitlah dan angkatlah mukamu'  adalah suatu ajakan untuk menanggapi kedatanganNya secara serius, mengarahkan seluruh perhatian hidup kita hanya pada Dia, sang Penguasa kehidupan. Sebab hanya keberserahan diri kepadaNya akan mendatangkan keselamatan.

Kiranya, 'adanya tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang', sebagaimana diceritakan juga dalam kitab Wahyu hari ini, tidak perlu menjadi perhatian kita bersama. Sebab memang keadaan akhir jaman tidaklah identik dengan kehancuran dan kebinasaan. Akhir jaman adalah saat sang Anak Manusia datang yang memberi kehidupan kekal bagi setiap orang. Biarlah semua berlalu, dan semuanya tidak akan berarti bagi orang-orang yang beroleh keselamatan di dalam Dia.

Karena itu, kiranya akhir jaman menjadi harapan bagi setiap orang yang percaya kepadaNya, karena memang kita akan melihat Dia dari muka ke muka. Bukan saja akhir jaman dunia, melainkan akhir jaman masing-masing pribadi dan individu yang memang tidak berbeda jauh dengan kenyataan kelak di akhir jaman. Keberanian setiap orang untuk menanggapi akhir jaman adalah bukti bahwa dia selalu 'mengangkat muka' memandang Dia. Kita pandang dan kita arahkan hidup kita kepadaNya, sebab bukankah 'dengan telanjang kita keluar dari kandungan ibu, dengan telanjang juga kita akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!' (Ayb 1: 21), sebagaimana kita renungkan beberapa hari yang lalu?

 

 

 

Oratio:

 

Tuhan Yesus, tolong dan bantulah kami untuk menjadi orang yang siap sedia menanggapi kedatanganMu di akhir jaman. Ajarilah kami tidak tenggelam dalam kesibukan kami sehari-hari atau kami menaruh perhatian terhadap diri sendiri, sehingga lupa untuk berani meloncat ke luar diri dan melayani sesama kami.  Amin.

 

 

 

Contemplatio:

 

'Bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat'.

 

 













Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening