Peringatan Arwah para Karmelit, 15 November 2012

Flm 7-20  +  Mzm 146  +  Luk 17: 20-25

 

 

 

 

Lectio:

 

Atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya: "Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu."

Dan Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Akan datang waktunya kamu ingin melihat satu dari pada hari-hari Anak Manusia itu dan kamu tidak akan melihatnya. Dan orang akan berkata kepadamu: Lihat, ia ada di sana; lihat, ia ada di sini! Jangan kamu pergi ke situ, jangan kamu ikut. Sebab sama seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain, demikian pulalah kelak halnya Anak Manusia pada hari kedatangan-Nya. Tetapi Ia harus menanggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak oleh angkatan ini.

 

 

 

Meditatio:

 

'Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, juga orang tidak dapat mengatakan: lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu'.

Itulah jawaban Yesus kepada orang-orang Farisi yang meminta tanda kehadiran Kerajaan Allah. Yesus tidak mau memberikan tanda karena memang 'Kerajaan Allah ada di antara kamu'.  Kerajaan Allah telah ada sekarang ini yakni Allah sendiri yang meraja, bukan dari jauh di sana Dia meraja dan memimpin umatNya, melainkan Dia datang sendiri ke tengah-tengah umatNya. Dialah Yesus Kristus, sang Raja, Empunya kehidupan ini. Kerajaan Allah sudah datang, hanya saja tidak banyak orang yang mau merasakan dan menikmatiNya. Kaum Farisi dan ahli-ahli Taurat, yang semenjak semula tahu dengan baik bahwa 'Mesias akan dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea, sebagaimana tertulis karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi bahwasannya di Betlehem, tanah Yehuda, akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel' (Mat 2: 4-6), malahan termasuk orang-orang yang tidak mau menerimaNya, bahkan lebih dari itu mereka adalah orang-orang yang berada di barisan depan menolak dan melawan kehadiran Kerajaan Allah.

Yesus, yang adalah Tuhan mulia itu, memang sungguh dashyat dan perkasa. Ia memang menjadi manusia sama seperti kita (Fil 2: 7), tetapi manusia tidak mampu menguasaiNya. Kita manusia tidak mampu berkata: lihat, ia ada di sana; lihat, ia ada di sini!  KeagunganNya mengatasi segala langit. 'Sebab sama seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain, demikian pulalah kelak halnya Anak Manusia pada hari kedatangan-Nya'. Itulah kedatanganNya dalam keseharian hidup kita ini. Kita tidak mampu menentukanNya. Namun tak dapat disangkal, bahwa 'Ia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh angkatan pada jamanNya', karena memang Dia secara sengaja masuk dan melalui sejarah manusia. Ikut menikmati dunia tidaklah berarti berdiri angan-angan dan ilusi, itu tidak dikerjakanNya. Dia menginjakkan kaki di dunia, bahkan ikut mati, masuk dalam dunia yang paling gelap. Dia mati di kayu salib, tetapi tidak dibinasakan oleh maut, melainkan membebaskan manusia dari kuasa maut dengan kebangkitanNya.

Kalau hari ini kita diajak mengenangkan para saudara dan saudari kita para karmelit, karena memang kita semua mengharapkan kebangkitan dan hidup. Karena waktu dan ketidak-abadian, kita memang akan pasti dipisahkan satu dengan yang lain. Itulah hidup. Namun syukurlah hidup kita ada dalam Kristus, yang telah mengalahkan maut; dan berkat kebersatuan kita denganNya, hidup atau mati kita adalah milik Kristus (Rom 14: 8). Maka kenangan kita akan para karmelit yang telah meninggal mengajak kita untuk mendoakan mereka, yang memang tidak berdaya, sembari kita berharap agar mereka menikmati kehidupan kekal, sebagaimana yang telah mereka usahakan kehadiranNya, kehadiran sang Kerajaan Allah dalam hidup sehari-hari-hari dengan menghayati spiritualitas Karmel,  yang memang mengutamakan panggilanNya yakni mengikuti Kristus. Bila ada dosa dan kekurangan di sani sini, baiklah kita doakan mereka.

 

 

Oratio:

 

Ya Tuhan Yesus, Engkaulah Raja semesta alam, Engkaulah sang Penguasa hidup ini. Semoga kami semakin hari semakin berani membiarkan diri berserah diri kepadaMu, tinggal dalam pengawasan kasihMu sendiri. Sebab hanya Engkaulah yang menyelamatkan. Amin.

 

 

 

Contemplatio:

 

'Kerajaan Allah ada di antara kamu'.

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening