Peringatan Semua Arwah Orang beriman, 2 November 2012

2Mak 12: 43-46  +  1Kor 15: 12-34 +  Yoh 6: 37-40

 

 

 

 

Lectio:

 

Suatu hari berkatalah Yesus: 'semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman'.

 

 

Meditatio:

 

'Semua yang diberikan Bapa kepadaKu akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang'.

Penyataan ini sungguh-sungguh menegaskan bahwa kita semua ini adalah milik Tuhan Yesus. Sebab memang kita telah diangkat menjadi putera-puteri Bapa di surga, berkat rahmat sakramen baptis. Dengan demikian kita menjadi saudara dan saudari Yesus sendiri, di mana Dia adalah Putera Sulung kebangkitan. Malahan Yesus sendiri terus-menerus mengundang kita untuk datang kepadaNya, dan 'barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang'; tak ada seorang pun yang datang kepadaNya mendapatkan penolakan. Kita menjadi milik kepunyaanNya yang kudus.

Menjadikan semua orang sebagai milik Allah itulah yang menjadi tugas perutusanNya. 'Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman'. Orang yang dibangkitkan berarti dia akan tinggal selalu bersama dengan Kristus Tuhan, di mana pun Dia berada (Yoh 14: 3). Sebaliknya mereka yang tidak mau mendengarkan dan melaksanakan kehendakNya berarti memilih kebinasaan, dia hilang dan tidak bersama denganNya.

Dia datang ke dunia dan menyatakan diriNya, sehingga dapat ditangkap oleh indera manusia.  Berkat penyataanNya itu, 'setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal'. Yesus menyatakan, bukan hanya dengan melihat, melainkan percaya kepadaNya. Karena memang, sabda dan kehendak Tuhan Bapa di surga yang menyelamatkan, yang tentunya semua itu tidak bisa dilihat, melainkan dipercayai dan dilakukan dalam hidup sehari-hari. Hidup kekal sendiri akan dinikmati oleh setiap orang, yang diawali dengan kelepasan diri dari dunia ini, termasuk dari jerat pasung kematian, yang memang harus dilakukan dalam kebangkitan badan. Untuk itulah, Yesus tadi mengatakan bahwa Dia datang untuk 'Aku membangkitkannya pada akhir zaman'.

Yesus Kristus, bukanlah pendengar sabda Bapa, melainkan Dia adalah pelaksana sabda dan kehendak Bapa. Dia, bukan saja hendak membangkitkan orang dari maut, Dia malahan turun ke alam maut dan bangkit dari sana. Dia mengalami realitas yang paling pahit dari hidup manusia itu sendiri, tetapi berkat kematian dan kebangkitanNya itulah kita semua orang yang percaya beroleh rahmat penebusan yang melimpah. 'Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya'. Kristus sungguh-sungguh Adam Baru yang menghidupkan, dan bukannya Adam lama yang mengarahkan semua orang kepada kebinasaan; walau tak dapat disangkal Adam melahirkan umat manusia ke dalam dunia, dan Kritus melahirkan umatNya ke dalam surga, di mana 'Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya', sebagaimana dikatakan Paulus dalam suratnya kepada umat di Korintus.

Bila demikian mengapa kita masih harus mendoakan orang yang sudah meninggal? Bukankah kita juga berkata bahwa orang, yang meninggal adalah orang yang berpulang kepada Bapa, dia dipanggil Tuhan. Benar. Itu semua bahasa rohani. Namun tak dapat disangkal bahwa kematian adalah tanda ketidakberdayaan manusia, kefanaan hidup manusia. Mengarah pada kebangkitan badan setiap orang, baiklah kita berani mendoakan mereka yang telah meninggal, agar mereka diperkenankan menikmati kebangkitan dan hidup kekal. Berdoa bagi orang yang telah meninggal adalah usaha baik setiap orang agar mereka menikmati kebahagiaan kekal. 'Jika tidak menaruh harapan bahwa orang-orang yang gugur itu akan bangkit, niscaya percuma dan hampalah mendoakan orang-orang mati. Lagipula tersedialah pahala yang amat indah bagi sekalian orang yang meninggal dengan saleh; maka baiklah kita mengadakan korban penebus salah untuk semua orang yang sudah mati itu, supaya mereka dilepaskan dari dosa mereka'. Berdoa bagi orang yang sudah meninggal adalah usaha manusia yang benar-benar ilahi.

 

Oratio:

 

Yesus Kristus, Engkaulah kebangkitan dan hidup. Semoga kami semakin hari semakin percaya kepadaMu.

Kami berdoa bagi semua saudara dan saudari kami yang telah meninggal; ijinkanlah mereka menikmati kebahagiaan surgawi, karena kami percaya Engkau mahabaik dan mahamurah, yang tidak memperhitungkan dosa dan salah kami;. Kasihanilah kami orang berdosa ini. Amin.

 

 

Contemplatio:

 

'Setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal'.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening