Rabu Biasa XXXIV, 28 November 2012

Why 15: 1-4  +  Mzm 98  +  Luk 21: 12-19

 

 

 

 

Lectio:

 

Suatu hari Yesus menambahkan kotbahNya tentang akhir jaman yang didahului dengan aneka kehancuran, kataNya: 'sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku. Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu. Dan kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu'.

 

 

 

Meditatio:

 

'Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu'.

Inilah permintaan Yesus kepada para muridNya, dan tentunya kepada kita semua. Para murid diminta bertahan, sabar dan setia akan apa yang mereka alami. 'Kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa. Kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh dan kamu akan dibenci semua orang'. Semuanya akan dialami oleh para muridNya, akibat dan resiko mereka percaya kepada Kristus Tuhan, sang Empunya kehidupan. Mereka akan mengalami tantangan dan penderaan 'oleh karena namaKu'.  Di sinilah terasa makna dan keindahan percaya kepadaNya, yang harus kita renungkan dalam perjalanan hidup ini, yakni mengikuti sang Empunya kehidupan, malahan mendapatkan aneka tantangan dan cobaan, dan bukannya puji-pujian.

'Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi', tegas Yesus. Benar atau tidak yang mereka lakukan selama ini, yakni mengikuti Dia. Setia atau tidak mereka memanggul salib kehidupan, yang mereka miliki. 'Tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu', tegas Yesus. Yesus tidak membiarkan para muridNya berjuang sendiri. Dia mendampingi orang-orang yang dikasihiNya. Dia membiarkan para muridNya mengalami tantangan dalam menikmati dunia ini, tetapi tidak membiarkan mereka sendirian. 'Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat' (Yoh 17: 15). Mengikuti Yesus tidak akan mendapatkan kenyamanan, sebab 'serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya' (Mat 8: 20).

Mengikuti Kristus memang harus menjadi orang-orang pemberani. Mereka yang ragu-ragu dan penakut dalam kehidupan ini tidak pantas dan layak mengikutiNya, demikian juga mereka yang enggan  menghadapi kenyataan hidup sehari-hari. Sebagaimana Kristus berani menghadapi aneka macam bentuk kehidupan nyata, bahkan masuk dalam alam maut, demikian pula setiap orang yang percaya kepadaNya harus berani menghadapi kenyataan hidup, yang memang tak jarang harus memanggul salib hidup sehari-hari. Kita harus berani menerima kenyataan, tapi sebaliknya, kita pun tidak bisa memaksa orang-orang yang ada di sekitar kita mengikuti kemauan dan selera kita. Saat-saat seperti inilah 'menjadi kesempatan untuk bersaksi', bahwa kita adalah murid-muridNya. Sekali lagi, 'kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu'.

 

 

 

Oratio:

 

Yesus, perteguh iman kami dalam menjadi saksi-saksiMu, sebab kami mudah putus asa dalam menjabarkan kebaikan. Kami ingin melayani Engkau, tetapi jauhkanlah aneka kesulitan dalam pelayanan kami. Inilah keinginan kami, ya Yesus. Kami ingin sukses selalu.

Tuhan Yesus, ajarilah kami dalam menarima kenyataan hidup.  Amin.

 

 

 

Contemplatio:

 

'Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu'.

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening