Selasa Biasa XXXII, 13 November 2012

Tit 2: 1-14  +  Mzm 37  +  Luk 17: 7-10

 

 

 

 

Lectio:

 

Suatu hari Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan! Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum. Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya?

Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan."

 

 

 

Meditatio:

 

'Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan! Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum. Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya?'.

Kita memang mudah menyuruh orang lain melakukan segala sesuatu, bahkan mereka melayani kita. Itu wajar. Karena memang itulah kecenderungan insani kita. Namun bagi kita yang mengenal Kristus dan berkeinginan hidup sempurna, dan bahkan kita yang mengakui hidup dalam kasihNya, sebagaimana kita renungkan hari Minggu kemarin, kita diajak untuk berani mandiri dalam kesaharian hidup kita. Bahkan kita harus berani mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh orang lain kepada kita. Repotnya seseorang yang biasa diberi, dia  tidak akan mandiri, malahan sebaliknya dia dengan tenang dan nikmatnya memandang orang-orang lain yang memberi itu sebagai kewajiban mereka, ada pula yang marah dan kecewa bila bantuannya terpaksa harus tersendat-sendat. Yesus meminta kita menjadi orang-orang yang tahu berterima kasih.

Tuhan, semoga aku ingin menghibur daripada dihibur, memberi daripada diberi, dan mencintai daripada dicintai. Sebab dengan memberi kami menerima, dengan mati suci kami bangkit untuk hidup selama-lamanya. Itulah doa kita dalam Puji Syukur 221.

Demikian juga, sebaliknya kalau kita sudah terbiasa melakukan kebajikan, hendaknya kita tidak surut dan redup jiwa, bila kita menerima yang bukan senyuman sewaktu kita menyampaikannya. Yesus meneguhkan: 'apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan'. Bila prinsip ini kita pergunakan maka hidup sungguh-sungguh merupakan suatu panggilan, yang harus kita pertanggungjawabkan, dan tidak ada seorang pun yang sempat membanggakan diri, kecuali 'bermegah dalam Tuhan' (1Kor 1: 31) sebagai orang-orang yang terpanggil untuk berbuat baik. Setiap orang akan menjadi pribadi yang tangguh dan ulet dalam keseharian hidup, baik untuk kepentingan individu, ataupun hidup bersama, bahkan dalam mengejar keselamatan kekal.

Bila prinsip hidup ini kita terapkan dalam keseharian diri, maka kita akan menjadi orang yang baik dan benar, dan mempu menempatkan diri, entah sebagai orang yang sudah berusia atau muda, laki-laki atau perempuan, sebagaimana dikatakan dalam bacaan pertama, yakni surat Paulus kepada Titus. Segala yang baik kita lakukan, 'supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini dalam menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaanNya sendiri'.

 

 

Oratio:

 

Ya Tuhan Yesus, Engkau mengajari kami agar kami bekerja segiat-giatnya dan tidak bersikap pamrih. Aku hanyalah hamba yang tak berguna, yang hanya melakukan kehendakMu. Buatlah kami menjadi orang-orang yang setia, ya Tuhan Yesus; dan juga agar kami berani mengucapkan terima kasih dan syukur atas segala yang indah dan baik yang kami terima dalam setiap langkah hidup kami. Amin.

 

 

 

Contemplatio:

 

'Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan'.

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening