Selasa Biasa XXXIII 20 November 2012

Why 3: 1-6  +  Mzm 15  +  Luk 19: 1-10

 

 

 

 

Lectio:

 

Suatu hari Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu. Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ. Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu." Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.

Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa."

Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat." Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."

 

 

 

Meditatio:

 

'Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu'.

Itulah ajakan Yesus kepada Zakheus, sang kepala pemungut cukai, seorang yang kaya, yang memang berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, lagi pula badannya pendek. Dalam kelebihan ada juga kekurangan. Itulah yang dialami Zakheus. Ia seorang yang kaya dan tidak berkekurangan, tapi ada sesuatu yang kurang dalam jiwanya, yang hendak ditimbun dan disempurnakan dengan kerinduan untuk melihat Yesus. Ada keinginan untuk melihat Yesus, tetapi ada banyak orang yang menghalangi dirinya, mengingat badannya yang pendek; yang mungkin gemuk lagi badannya,  yang membuat dirinya sulit bergerak.

Namun tak dapat disangkal, dia ternyata bukan tipe orang yang  mudah puas atau mudah putus asa. Berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ. Ada kemauan pasti ada jalan, dan terlebih bila menyangkut Tuhan Allah sang Empunya kehidupan, malahan kemauan itu mendatangkan berkat dan rehmat. Zakheus mencari tempat untuk melihat Yesus dengan seksama, malahan Yesus mendatangi tempat itu. Zakheus yang berusaha melihat Yesus, malahan Yesus melihat Zakheus di atas. Zakheus, yang memanjat pohon, malahan disuruh segera turun. Zakheus yang hanya ingin melihat Orang apakah Yesus itu, malahan Dia yang hari ini menumpang di rumahnya.

Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita, tetapi semua orang bersungut-sungut, karena 'Ia menumpang di rumah orang berdosa'. Kenapa Dia menumpang di rumah orang berdosa, kenapa Yesus tidak berkunjung dan menginap di rumah orang-orang yang baik hidupnya? Atau memang Dia sengaja tidak memperhatikan dan meninggalkan orang-orang baik yang memang prosentase jumlahnya lebih besar itu dari pada seorang Zakheus itu (bdk Mat 18: 12)? Yesus mengunjungi seorang pendosa, sebaliknya juga sang pendosa menunjukkan pertobatannya dengan 'memberikan kepada orang miskin setengah dari miliknya dan mengembalikan empat kali lipat sekiranya ada seseorang yang dahulu merasa diperas'.

Yesus tidak pernah mengabaikan seorang pun umatNya. Dia sengaja mendatangi dan menginap di rumah Zakheus, karena memang secara istimewa 'Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang'; lagi pula 'Bapa di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang' (Mat 18: 14). Inilah misteri penyelamatan Allah, yang memang hanya berdasar pada kemauan dan kehendak Allah, dan bukannya berdasar kebaikan dan jasa umatNya. Sungguh sulit kita mengerti san merepotkan  kita, yang memang sering dikuasai oleh nalar dan akal budi daripada dengan kasih. Seringkali memang terjadi, Yesus bukan saja tidak mengunjungi sembilanpuluh sembilan orang benar, malahan menurut kitab Wahyu hari ini, dengan tegas Allah hendak 'menegor dan menghajar orang-orang yang dikasihiNya', mereka bukannya dimanja dan dibelai-belai; tetapi sebaliknya orang-orang  yang telah jatuh dalam dosa diundang dan dipanggilNya, 'relakanlah hatimu dan bertobatlah', dan datanglah kemari.

Itulah hidup mengikuti Kristus!

 

 

 

 

Oratio:

 

Yesus Kristus Tuhan kami, ajarilah kami selalu untuk berani berjumpa dan berbicara dengan Engkau, sebab kami adalah orang-orang yang lemah dan berdaya. Kami yakin hanya dalam namaMu segalanya akan menjadi indah dan menyenangkan hati.

Yesus, Engkau untuk menyelamatkan umatMu. Buatlah kami juga untuk selalu menjadi pembawa damai dan berkat bagi sesama. Amin.

 

 

 

Contemplatio:

 

'Segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu'.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening