Selasa Biasa XXXIV, 27 November 2012

Why 14: 14-20  +  Mzm 96  +  Luk 21: 5-11

 

 

 

 

Lectio:

 

Suatu hari ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus: "Apa yang kamu lihat di situ -- akan datang harinya di mana tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan."

Dan murid-murid bertanya kepada Yesus, katanya: "Guru, bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?" Jawab-Nya: "Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka. Dan apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera."

Ia berkata kepada mereka: "Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan, dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit.

 

 

Meditatio:

 

Yang dikatakan Yesus hari amat membingungkan.

Pertama-tama, banyak orang kagum akan bait Allah dan Yesus menegaskan akan terjadi kehancuran dengan bait itu, tetapi kapan dan saatnya tidak diberitahukan dengan pasti. Kenapa hancur, tidaklah disampaikan alasannya. Apakah karena Yerusalem, sang pemilik bait Allah itu, 'tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat mereka' (Luk 19: 22). Kehancuran memang akan terjadi, 'tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera'. Di satu pihak, kehancuran Yerusalem akan mengawali datangnya akhir jaman, datangNya Anak Manusia untuk kedua kalinya, tetapi di lain pihak adanya kehancuran itu tidak memberi kepastian hari dan saatnya 'menuai', sebagaimana dikatakan bacaan pertama, akan tiba. Memang benar, pernyataan itu. Mobil baru akan berjalan, bila distarter terlebih dahulu, tetapi tidak boleh dipastikan apabila mobil distarter, maka dia akan segera berjalan.

Apa yang dapat kita lakukan?

        Saat dan datangNya Dia, sang Empunya kehidupan adalah kehendak Dia. Tidak ada seorang pun dari kita yang berhak menentukan. Karena itu, janganlah mudah kita bernubuat, menyampaikan ramalan ilahi, sebaliknya kita harus berani menyampaikan sabda dan kehendak Tuhan. Sebab sabda dan kehendak Tuhan itu membawa ketentraman dan kedamaian, sukacita dan penghiburan, menhatukan dan menghidupkan, sebaliknya nubuat dan ramalan kita tak jarang menggelisahkan dan memecahbelah banyak orang, karena terlontarkan hanya untuk menanggapi keadaan jaman dan sebatas pengetahuan diri.

        Namun, bukankah kita dianugerahi karunia nubuat? Benar, tidak salah. Gereja amat mendukung segala anugerah dari Tuhan Allah, dan bahkan harus bersyukur dan berterimakasih kepadaNya. Allah sering berbicara melalui umat yang dikehendakiNya, dan menyempurnakan mereka dengan rahmat dan hikmatNya sendiri. Kiranya kepekaan akan sabda kehendakNya perlu terus-menerus dipertajam oleh setiap orang dalam mewartakan kasihNya, sehingga dia akan siap sedia mewartakan dan menyampaikan kehendak Tuhan kepada umatNya, dan bukannya dikendalikan oleh pikiran dan kecenderungan insani pribadi.

Demikian juga, bagi kita yang setia akan kehendak Tuhan, yang seringkali mendengarkan aneka pengajaran dan nubuat; hendaknya bijak dalam mendengarkan semuanya itu. Kiranya kita tidak menelan mentah-mentah semuanya itu, melainkan kita tanyakan kembali kepada Tuhan, segala yang disampaikan dan dinubuatkan.  Kita sampaikan dan kita tanyakan kembali dalam doa-doa kepada sang Empunya hidup ini; suara hati yang adalah suara Tuhan akan membisikan apa yang benar dan mulia bagi hidup kita. Yesus pun mengingatkan kita juga: 'waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: akulah Dia, dan saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka'. Hanya sabda dan kehendak Tuhan Yesus, yang memberi kehidupan dan keselamatan, dan bukan yang lain.

 

 

 

Oratio:

 

Yesus Kristus, Tuhan kami, pertajamlah telinga hati kami dalam mendengarkan suaraMu, karena kami hendak menyampaikan kehendakMu sendiri bagi kami umatMu, dan bukannya kemauan diri kami, yang memang tak jarang malahan bertentangan dengan kehendakMu sendiri.

Yesus, urapilah kami selalu dengan kasihMu.  Amin.

 

 

 

Contemplatio:

 

'Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan'.

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening