Senin Biasa XXXI, 5 November 2012

Fil 2: 1-4  +  Mzm 131 +  Luk 14: 12-14

 

 

 

 

Lectio:

 

Suatu hari berkatalah Yesus kepada orang yang mengundangNya: "Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya. Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar."

 

 

Meditatio:

 

Menarik juga Injil hari ini, yang memberi pesan moral. 'Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya'. Inilah memang yang sering terjadi. Lucu juga, pertama, bila ada orang yang mengundang kita untuk berpesta, maka kita sesuaikan amplop kita dengan  status sosial sang pengundang.  Kedua, kita enggan untuk tidak datang guna memenuhi undangan seseorang, malahan kita mudah mencari jalan pintas dengan mencari pinjaman. Ketiga, kita berusaha mengembalikan  amplop  kepada seseorang sebesar yang pernah diberikan kepada kita. Keempat, ada juga orang-orang yang marah dan jengkel, bila tidak mendapatkan undangan dalam pesta perjamuan. Seringkali orang mengadakan pesta dengan sistem hutang-piutang atau balas jasa.

'Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta'.  Amatlah jarang seseorang mengadakan pesta semacam ini; minimal seseorang mengadakan pesta untuk seluruh umat paroki atau warga kelurahan dengan catatan tegas tidak perlu membawa bingkisan apapun. Yesus mengingatkan, apabila engkau mengadakan pesta semacam itu, 'engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar'.

Pembedaan dalam undangan pesta menunjukkan bahwa kita mengadakan komunitas yang tertutup dan menutup diri terhadap orang lain. Kita lakukan tanpa sadar, dan tanpa kata-kata kita mengelompokkan orang kita dan orang di luar kita.  Bila demikian, adakah kita menghayati panggilan kita secara benar? Paulus dalam bacaan pertama mengingatkan kita: 'dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, karena itu hendaklah kita rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; janganlah kita hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga'.

Konsep hidup orang kita membuat kita begitu mudah mengadakan kultus individu terhadap seseorang,  demikian juga sebaliknya, kita begitu mudah juga menomerduakan seseorang, karena dia adalah orang di luar kita.

Sekali lagi, bila kita mengadakan pembedaan, adakah kita menghayati panggilan hidup kita? 'Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?  Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!' (Mat 7: 22-23). Kiranya kecaman ini tidak dikenakan terhadap kita

Injil hari ini mengajak kita untuk melakukan segala sesuatu dengan ikhlas dan sukarela, tanpa pamrih dan menuntut balas. Kita diminta untuk berani melakukan segala sesuatu guna tanpa mengharapkan pujian dan hormat, sebagimana kita renungkan pada hari Sabtu kemarin. Kristus sendiri datang, bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani, dan bahkan menyerahkan nyawa menjadi tebusan bagi seluruh uat manusia. Keberanian kita untuk bertindak dengan ikhlas hati, malahan mendatangkan berkat melimpah bagi hidup kita, yakni  'mendapat balas pada hari kebangkitan orang-orang benar'.

 

Oratio:

 

Yesus Kristus,  Engkau selalu menghendaki kami melakukan segala kebaikan terhadap sesama, yang harus kami lakukan dengan ikhlas hati dan kerelaan diri, bukan untuk mencari muka dan penghormatan diri.

Teguhkanlah hati kami, ya Yesus, bila pelayanan kami tidak mendapatkan balasan senyum dan ucapan terima kasih. Amin.

 

 

Contemplatio:

 

Lakukan segala dengan ikhlas hati, maka engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.

 

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening