Senin Biasa XXXIV, 26 November 2012


Why 14:  1-5  +  Mzm 24  +  Luk 21: 1-4




Lectio:

Suatu  ketika Yesus mengangkat muka-Nya, Ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan. Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu. Lalu Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu. Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya."

 


Meditatio:

'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu'.

Seorang janda miskin itu dipuji oleh Yesus, karena dia seorang yang miskin dan berkekurangan masih menyempatkan diri untuk  memberikan apa yang dimiliki. Apakah dia tidak memikirkan hari esoknya? Apakah dia tidak kuatir dengan apa yang hendak dimakan esok harinya? Namun tak dapat disangkal, memang dia ini seorang pemberani, sekaligus murah hati, yang 'memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya'.

Dia memberikan lebih banyak, karena memang dia memberikan seluruh yang dimiliki, dia memberikan hidupnya. Dia hanya mempunyai hanya satu dan itulah yang diberikan, yang tentunya sungguh berbeda dengan mereka yang memberikan dari kelimpahannya. Dia tetap tidak berkekurangan, karena memang dia 'memberi persembahan dari kelimpahannya'. Apakah mereka yang kaya harus memberikan seluruh harta yang dimilikinya? Apakah mereka berani menyerahkan seluruh hartanya? Keterbatasan dan kekurangan adalah kondisi mereka orang-orang yang hidup seperti janda itu. Mereka sudah terbiasa, karena memang itulah keberadaan mereka. Tidaklah demikian dengan mereka yang hidup dalam kelimpahan. Apakah mereka berani mengubah langsung kondisi hidupnya?

Yesus memuji bahagia sang janda itu, bukan berdasar jumlah pemberian yang disampaikan, tetapi keberaniannya untuk menyerahkan seluruh hidupnya inilah yang menjadi mutiara bagi orang-orang yang tidak berdaya itu. Kiranya adanya sesuatu indah yang diharapkan dari Tuhan yang akan memberi yang terbaik dalam hidupnya menjadi alasan dan motivasi seorang janda miskin tadi dalam memberikan persembahan. Bila memang tanpa disertai motivasi dan harapan akan yang indah dan mulia, dia tentunya tidak akan berani memberikan seluruh hidup yang dimilikinya. Dia melihat ada sesuatu yang indah yang akan diberikan Tuhan, sang Empunya kehidupan, kepada dirinya.

Kiranya pengalaman sang janda ini memberi pembelajaran bagi kita untuk berani bersikap tidak terikat akan segala yang kita miliki. Keberanian sang janda miskin adalah wujud ketidakterikatan atau ketidak-kuatiran hidup akan segala yang dimilikinya. Ketidakterikatan seseorang akan harta benda dan terhadap segala kemampuan yang dimiliki, akan membuat orang hidup dalam kesederhanaan, dan bahkan siap menerima segala yang hendak terjadi dalam dirinya, sebagaimana yang pernah dialami dan dihayati oleh Ayub, orang suci itu; katanya:  'dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!'  (Ayb 1: 21)

    Kiranya keberanian seseorang untuk tidak mengikatkan diri pada segala yang insani dan duniawi akan menguduskan dan menyucikan dirinya untuk menjadi orang-orang yang layak dan tak bercela di hadapan Allah. 'Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu. Dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela'.




Oratio:

Allah Bapa di surga, Engkau mempunyai segala yang indah yang perlu bagi hidup kami. Kami mohon kepadaMu, tambahkanlah iman kami, agar kami semakin berani memilih yang terbaik bagi hidup, dan bukannya mengandalkan segala yang kami miliki hari ini.  Hari ini akan berlalu, yang semuanya mengingatkan kami agar tidak tenggelam dalam aneka hal duniawi, yang benar-benar bersifat sementara itu. Amin.



Contemplatio:

''Hendaknya engkau memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya'.










Oremus Inter Nos, 
Marilah kita saling mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening