Hari Raya Natal nan mulia, 25 Desember 2012 (Misa Siang)

Yes 52: 7-10  +  Ibr 1: 1-6  +  Yoh 1: 1-5.9-14

 

 

 

 

Lectio:

 

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.

Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

 

 

Meditatio:

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Allah adalah asal mula segala sesuatu. Firman adalah yang pertama kali dinyatakan, diadakan, diciptakan dan dihadirkan Allah. Firman itu adalah kemauan dan kehendak Allah. Allah berkehendak, maka Dia berfirman. Dia pertama dari segala, tetapi Allah adalah asal mula segala sesuatu; benarlah firman pun ada bersama di dalam Allah. Firman itu Allah, karena Allah menciptakan segala sesuatu dalam firmanNya. Dia berfirman, maka segala-galanya terjadi. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Karena memang hanya dalam Allah ada kehidupan. Tuhan Allah sang Empunya kehidupan. Hidup inilah yang dikehendaki oleh setiap orang. Hidup itu sendiri menyenangkan manusia, hidup itu terang bagi banyak orang, sebaliknya memang kematian menakutkan banyak orang, karena kematian adalah kegelapan, di mana orang tak berdaya untuk melakukan segala sesuatu.  Hanya dalam terangNya, dalam hidup, setiap orang dapat melakukan segala sesuatu dengan baik.

Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. Sebab Terang itu milik Allah, dan kegelapan tak mampu menguasai Allah. Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. Yesuslah sang Terang kehidupan itu; dan Yesuslah Firman yang menjadi manusia, dan diam di antara kita, umatNya. Kita telah melihat kemuliaan-Nya, karena memang Dialah sang Terang, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Inilah misteri kehidupan, yang memang sulit dimengerti, tapi inilah yang terjadi, bahwasannya: dunia adalah milik Allah, Allah yang menciptakan dunia, tetapi dunia tidak mengenal sang Pencipta, terlebih ciptaan yang termulia dari ciptaan-ciptaan lainnya, tidak mampu mengenal sang Empunya kehidupan. Tuhan Allah yang menciptakan manusia sesuai dengan citraNya, tidak dikenal oleh orang-orang yang disayangiNya. Padahal sebaliknya, semua orang yang menerima-Nya, yang mau menikmati terangNya, diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah'.  Mereka disebut anak-anak Allah, karena mereka percaya dalam nama-Nya, mereka itu tidak ubahnya orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.  Mereka adalah milik Allah.

Pada perayaan Natal ini kita bersama-sama merayakan Firman yang menjadi Manusia. Ia hidup di tengah-tengah kita. Inilah pembaharuan program penyelamatan Allah. 'Zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta'. Dahulu Allah menciptakan segala sesuatu dalam FirmanNya, sekarang Dia datang sendiri dalam FirmanNya, yang menjadi Manusia. Inilah yang dipesankan Paulus dalam suratnya kepada Titus. Kehadiran FirmanNya yang menjadi Manusia semakin membuktikan bahwa Allah mengijinkan seluruh umatnya dari segala ujung bumi melihat keselamatan yang berasal daripadaNya.

Sebagaimana Allah menjadi Manusia, maka dengan merayakan Natal, kita pun diajak untuk semakin berani menjadi sesama bagi orang-orang yang ada di sekitar kita. Kalau Allah mau menjadi manusia, maka kita yang ingin mengikuti dan setia kepadaNya, harus  semakin berani menjadi sesama.  Menjadi sesama bagi orang-orang yang ada di sekitar kita tepat sama dengan pesan Natal Gereja-gereja Katolik dan Kristen di tahun 2012 ini, mengasihi seperti Allah mengasihi.

 

 

Oratio:

 

Yesus Kristus, Engkaulah Sabda Allah yang hidup. Engkau menjadi manusia, karena Engkau menghendaki setiap orang mendengarNya secara langsung.  Itulah cintaMu Tuhan, itulah kasihMu. Semoga kami pun siap sedia mendengarkan sabda dan kehendakMu, dan siap sedia pula menjadi kasih bagi sesama.  Amin.

 

 

 

Contemplatio:

 

'Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya'.

 







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening